oleh

Kodim 1801 Manokwari Gelar Parade Kreasi Natal

MANOKWARI – Ratusan personil TNI dari Kodim 1801 Manokwari, Kepolisian, Pemerintah Daerah, serta masyarakat dan organsiasi kepemudaan, turut meramaikan parade kreasi natal yang di gelar Kodim 1801 Manokwari, Minggu (1/12).

Mengambil star dari Jl. Percetakan, melewati Jl. Yosudarso, Jl. Trikora Wosi, Jl. Pahlawan, Jl. Merdeka hingga finish di lapangan Borarsi Manokwari.

Dandim 1801 Manokwari, Kolonel Inf. Juniras Lumban Toruan, kepada awak media mengatakan pelaksanaan parade kreasi natal ini, merupakan bagian dari rasa syukur kepada Tuhan, yang mana telah menyertai perjalanan kehidupan manusia hingga berada di penghujung tahun 2019 ini.

 

Secara umum, Dandim mengajak masyarakat ciptakan keamanan kota Manokwari seperti layaknya rumah sendiri. Sebab menurutnya Manokwari telah menjadi rumah bagi seluruh masyarakat yang mendiaminya, dan menjadi kewajiban bersama untuk menjaga serta merawatnya.

“Mengawali kelahiran Tuhan Yesus ini, saya mengajak kita semua untuk menjaga kedamaian dan sukacita di Manokwari yang adalah rumah kita sendiri ini. Ungkapkan ini semua dengan rasa sukacita, sebab ini rumah kita,” ujar Kolonel Inf. Juniras Lumban Toruan.

Kehadiran peserta dalam gelaran parade natal ini diakuinya tidak dipaksakan, namun merupakan panggilan hati dan diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh komponen masyarakat, untuk turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut.

 

Terbukti, tidak hanya dari pihak TNI/Polri, melainkan parade kreasi natal ini juga di ramaikan oleh sebagian besar masyarakat kota Manokwari, pihak gereja dan pemerintah daerah, dengan menampilkan keseragaman atribut natal.

“Dari denominasi gereja ada, masyarakat bahkan pemerintah daerah juga ada. Ini tidak kita paksakan, tapi merupakan panggilan hati, siapa saja silahkan,” imbuhnya

Secara tegas, Dandim menyebut, kegiatan parade kreasi natal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik maupun kepentingan kelompok lain. Ini murni dilakukan untuk menjalin tali kasih di tengah-tengah masyarakat.

“Wah, jangan di kait-kaitkan politik dengan Tuhan. Ini panggilan hati kita untuk Tuhan,” tutupnya singkat. (SM3)

 

Komentar

Berita Terkini