oleh

Kadis Pendidikan Papua Barat Sosialisasikan UN Terakhir Tahun 2020

SORONG – Untuk tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, akan menerapkan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter sebagai pengganti ujian nasional (UN). Ujian itu akan digelar bukan di ujung jenjang sekolah seperti UN selama ini, melainkan di tengah jenjang.

“Yang tadinya di akhir jenjang, kita akan ubah itu di tengah jenjang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba pada Rakornis Pendidikan Tingkat Provinsi tahun 2020, Rabu (4/3/2020) malam.

Terang Barnabas, untuk tahun 2020 ini UN merupakan yang terakhir, sehingga harus disosialisasikan terus menerus.

Ia menjelaskan, Ujian akan dilakukan di tengah jenjang, misalnya saat kelas 4 SD dan bukan kelas 6 SD, kelas 8 SMP dan bukan kelas 9 SMP, juga kelas 11 SMA bukan kelas 12 SMA.

Alasannya, pertama, ujian di tengah jenjang memungkinkan pihak pendidik punya waktu untuk memperbaiki kualitas siswa sebelum lulus dalam suatu jenjang, entah itu lulus SD, lulus SMP, atau lulus SMA. Perbaikan berdasarkan hasil asesmen dan survei tak akan bisa dilakukan bila hasilnya baru diketahui di akhir jenjang pendidikan.

“Alasan pertama adalah, kalau dilakukan di tengah jenjang ini memberikan waktu untuk sekolah dan guru-guru melakukan perbaikan sebelum anak itu lulus jenjang itu,” tutur Barnabas.

 “Dengan itu juga, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa,” tambah Barnabas. (SM)

Komentar

News Feed