oleh

Belasan Penambang Emas Ilegal Kecelakaan, Supir dan Bos Tambang Kabur

-Manokwari-4.367 views

MANOKWARI – Kecelakaan tragis menimpa belasan pekerja tambang emas ilegal, di kampung Snaimboy Distrik Warmare, Senin (30/3/2020).

Informasi yang diperoleh, belasan pekerja itu mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi penambangan. Setibanya di kampung Snaimboy, kendaraan tersebut langsung terjun ke jurang, sehingga menyebabkan belasan pekerja mengalami luka-luka.

Kepala Rumah Sakit Pratama Warmare, dr. Alwan Rimosan., Sp.B., FINAC’S, menjelaskan sekira pukul 10.00 WIT, seorang korban mendatangi Rumah Sakit Pratama, untuk melapor kalau adanya insiden kecelakaan di kampung Sanimboy.

“Kecelakaan itu sekitar pukul 07.00 WIT. Mungkin mereka lama dapat bantuan, ada seorang ibu datang pukul 10.00 WIT dengan kondisi luka-luka, dan mengatakan itu ada masih banyak di jurang. Tidak tahu supir dan bos di mana,” ujar dr. Alwan.

Usai mendapat laporan, tim media lalu bergerak menuju lokasi kejadian. Dengan memperhitungkan lokasi yang sulit itu, tim medis berkoordinasi dengan BPBD yang telah berada di lokasi kejadian terlebih dahulu, dan dibantu dengan kendaraan umum yang tengah melintas di ruas jalan tersebut, sehingga korban dapat di evakuasi untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pratama Warmare.

“Setelah itu ada masyarakat yang datang minta bantuan ambulance kita. Sampai di TKP korban semua di dalam jurang, sehingga kita koordinasi dengan BPBD yang sudah di lokasi duluan, kemudian di lakukan evakuasi dibantu kendaraan umum yang melewati jalan tersebut,” jelasnya.

Jumlah korban yang mengalami kecelakaan tersebut, kata Alwan, sebanyak 12 hingga 13 orang. Dari luka yang dialami para pekerja itu, sedikitnya 5 orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari, karena mengalami luka serius. Sementara sisa korban yang mengalami luka ringan di rawat di Rumah Sakit Pratama Wamare, dan telah di ijinkan pulang.

“Sekitar 12 sampai 13 orang. 5 orang dirujuk ke RSU karena parah, sedangkan yang lain kita jahit saja, dan sudah di ijinkan pulang setelah observasi selama 6 jam,” tutup Direktur Rumah Sakit Pratama Waramare itu. (SM3)

Komentar

Berita Terkini