Wakil Bupati Raja Ampat Pimpin Pembahasan Lanjutan Relokasi Pasar

  • Whatsapp
raja ampat
Kurang lebih 453 pedagang dari pasar Mbilin Kayam menghadiri pembahasan lanjutan relokasi pasar bersama Pemda kabupaten Raja Ampat.

RAJA AMPAT, Waisai – Pembahasan relokasi pasar dari pasar Mbilin Kayam ke pasar Snon Bukor berlanjut dalam diskusi bersama antara para pedagang dan Pemerintah kabupaten Raja Ampat. Diskusi ini dilaksanakan di Aula Gedung Pari Convention Center, Rabu (7/4/2021)

Diskusi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam didampingi Sekda, Kepala BAPPEDA, KabagOps Polres Raja Ampat, dan Dandim 1805 / Raja Ampat. Juga turut hadir para kepala Dinas terkait dilingkup Pemda kabupaten Raja Ampat. Dalam pembahasan lanjutan ini, sekitar 453 pedagang dihadirkan dengan dikelompokkan dalam 10 kelompok besar, yaitu kelompok pedagang sembako, pedagang pakaian, pedagang bangunan, pedagang aksesori, pemilik conter hp, pedagang sandal sepatu, pedagang yang terkumpul pada segala jenis ikan, pedagang ayam potong, pedagang sayur mayur dan buah, lalu pedagang lainnya.

Usai pembahasan bersama, kepada awak media, Orideko Burdam menjelaskan salah satu tujuan Pemda kabupaten Raja Ampat ingin segera menyelesaikan pembahasan relokasi pasar ini adalah ditahun 2021 ini, Raja Ampat masuk dalam 10 Destinasi Wisata Prioritas, sehingga kebersihan serta tata kota Waisai harus segera selesai, terlebih pantai WTC akan ditata menjadi salah satu lokasi ikonik kota Waisai.

“Dan juga agar kita tidak mendapatkan lagi predikat kota kecil terkotor. Juga pasar itu salah satu lokasi yang selalu menjadi target kunjungan wisatawan, baik Domestik maupun Internasional disela-sela kunjungan mereka, jadi pasar itu harus bersih, rapi dan tertib. Kriteria itu sudah kami siapkan di pasar Snon Bukor,” jelas Wakil Bupati.

Baca Juga: Kabupaten Raja Ampat Siap Sukseskan Pendataan Keluarga Tahun 2021

Wakil Bupati menjelaskan setelah mendengar langsung keinginan para pedagang agar mereka mau berpindah ke lokasi baru di Snon Bukor, sejumlah kebijakan akan segera dibahas oleh Tim Relokasi Pasar Mbilin Kayam – Snon Bukor, salah satunya adalah mengenai aturan ketat agar seluruh pedagang di pasar Mbilin Kayam dan sekitarnya berpindah ke pasar Snon Bukor dan tidak ada lagi yang berjualan dilokasi lama tersebut. Lalu juga kebijakan tentang angkutan gratis selama 3 bulan, lalu sewa los, kios, dan lapak gratis selama 2 tahun.

“Saya rencanakan akhir bulan puasa nanti kita sudah pindahkan seluruh pedagang dari pasar Mbilin Kayam ke pasar Snon Bukor. Seluruh fasilitas yang diperlukan sudah Pemda persiapkan, menyangkut perkembangan-perkembanhan, jika ada kekurangan akan kita benahi secara bertahap dan kontinu,” jelas Wakil Bupati.

Informasi yang dihimpun awak media, rencana relokasi pasar Mbilin Kayam ke pasar Snon Bukor ini telah dimulai Pemda kabupaten Raja Ampat sejak tahun 2016. Pasar Snon Bukor pun telah mengalami perluasan secara bertahap hingga telah memiliki luasan hingga tahun ini seluas 3Ha dengan fasilitas diantaranya adalah gedung dua lantai sebagai los dan kios untuk pedagang pakaian, barang kelontong, sembako. Lalu bangunan lain yang disiapkan sebagai fresh market, agro, lalu bagian untuk lapak sayur mayur, buah, serta lokasi lapak untuk berbagai jenis dagangan ikan, dan lapak khusus untuk mama-mama penjual pinang. Selain itu juga terdapat fasilitas Cold storage untuk penyediaan es dan Pos keamanan yang akan digunakan oleh Satpol PP dan anggota Polres Raja Ampat. (SM14)

Pos terkait

Comment