Agustinus Warbaal Dinyatakan Lulus Usai Presentasi Disertasi di Hadapan 7 Penguji

MANOKWARI – Universitas Papua UNIPA kembali melahirkan doktor 34 melalui program doktoral dari Promovendus Agustinus Warbaal saat mengikuti Sidang Ujian Terbuka promosi Doktor yang dipimpin Rektor Universitas Papua Prof. Dr Hugo Warami S. Pd M. Hum di gedung Pasca Sarjana UNIPA Jumat (19/6/2026). Agustinus Warbaal dinyatakan lulus dengan pencapaian tertinggi sebagai Doktor

Dalam presentasi Agustinus Warbaal yang sempat menjabat Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat mengakui penyesalan karna belum sempat mendorong Ubi jalar sebagai varian komunitas ketahanan pangan lokal.

Bacaan Lainnya

Warbaal mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Interaksi genotipe dan lingkungan terhadap komponen agromorfologi stabilitas hasil dan analisis molekular beberapa genotipe ubi jalar pada ekosistem dataran rendah dan dataran tinggi di Papua Barat” dihadapan 2 Profesor dan 5 Doktor sebagai penguji.

Prof Dr Ir Saraswati Prabawardani M.sc sebagai promotor menyatakan berdasarkan hasil ujian promosi Doktor telah melalui kesepakatan bahwa yang bersangkutan dinyatakan lulus.

“Dinyatakan lulus dengan nilai 86, hal ini disahkan oleh penguji satu saya sendiri dan penguji dua hingga penguji 7,” kata Prof Dr Ir Saraswati Prabawardani membacakan hasil ujian.

Saraswati mengatakan hasil yang didapat merupakan kerja keras Promovendus bersamaan dengan periode akhir masa bakti sebagai pegawai negeri di Dinas Pertanian Papua Barat.

“Kami melihat semangat dan kerja keras pak Agus, ini menjadi catatan bagi kami bahwa menuntut ilmu tak dibatas usia,” kata Prof Dr Saraswati.

Agustinus Warbaal mengatakan Disertasi yang dibuat membutuhkan waktu sekitar 4 Tahun hingga hari ini Dia telah mempresentasikan dihadapan 7 Penguji.

“Disertasi yang tadi saya presentasikan berkaitan dengan hasil penelitian saya terkait ubi jalar dia unggul di dataran tinggi dan dataran rendah, namun belum ada perhatian. Hari ini menteri bisa bangga dengan swasembada beras tetapi apakah bangga dengan swasembada ubi jalar atau tidak?, harus ada swasembada pangan lokal di Papua,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tak Disertai Tambahan DAU, Pemkab Manokwari Harus "Putar Otak" untuk Biayai Urusan SMA/SMK

Agustinus mengaku saat ini hanya ada dua varitas di Tanah Papua yakni Varitas Patipi dan Varitas Salosa.

“Dari 1.300 lebih ubi jalar hanya ada dua saja varian Salosa dan Patipi, kami lagi mendorong siapa tau ada varitas baru bisa Dominggus atau apa,” katanya.

Dimasa injury time, kata Warbaal baru sebuah tanggung jawab yang harusnya dari awal. Tetapi untuk hal teknis masing

Disisi lain dia bersyukur bisa mencapai puncaknya dengan dipromosikan sebagai doktor setelah mempresentasikan disertasinya di hadapan penguji. (SM)

Pos terkait