Bandara Rendani Akan jadi Bandara Modern di Tanah Papua

Salah satu bangunan yang dieksekusi di polisi tidur 13 untuk perpanjangan runway bandara Rendani, Senin (24/01/2022).

MANOKWARI – Pada dasarnya para pemilik lahan yang terkena dampak perpanjangan runway Bandara Rendani Manokwari mendukung perpanjangan tersebut. Namun demikian, Pemkab Manokwari tetap mengikuti prosedur, proses, dan mekanisme hukum untuk menjamin keadilan bagi masyarakat pemilik lahan.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan para pemilik bidang tanah dan bangunan, khususnya sembilan objek yang ada, baik institusi pemerintah maupun masyarakat memberikan dukungan terhadap upaya perpanjangan runway Bandara Rendani sebagai bagian dari percepatan pembangunan di ibukota Provinsi Papua Barat. Bahkan pihak KSDA dan Taman Nasional Teluk Cenderwasih juga sudah bersedia kedua bangunan itu dieksekusi.

Bacaan Lainnya

“Kita juga sudah menyurat resmi ke Pengadilan Negeri Manokwari untuk menerbitkan surat persetujuan eksekusi lahan tersebut dan semua pada prinsipnya memberikan dukungan,” ujar Hermus, Kamis (27/01/2022).

Akan tetapi, menurut Hermus, Pemkab Manokwari tidak mengabaikan prosedur, proses, dan mekanisme hukum untuk memastikan atau menjamin keadilan bagi semua pemilik bidang tanah maupun bangunan yang terdampak perpanjangan runway Bandara Rendani.

“Memang ada beberapa keluarga yang masih terus menempuh proses hukum sampai dengan kasasi di Mahkamah Agung tetapi kita berkeyakinan bahwa pemerintah Kabupaten Manokwari akan memenangkan putusan pengadilan,” katanya.

Pada tahun ini hingga 2024, lanjut Hermus, ada alokasi anggaran sebesarr Rp250 miliar untuk perpanjangan runway Bandara Rendani.

“Jadi ini akan membantu kita untuk bisa melanjutkan proses pembangunan yang ada karena alokasi anggaran kita untuk tahun ini sampai dengan 2024 itu sekitar Rp250 miliar lebih, kemungkinan besar bisa mencapai Rp275 miliar yang dialokasikan, itu terlepas dari untuk pembangunan terminal bandara,” sebutnya.

Khusus untuk terminal bandara, menurut Hermus, Pemkab Manokwari terus mendorong Kepala UPBU Rendani untuk tetap berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan segera merealisasikan pembangunan. Rencananya terminal Bandara Rendani akan terintegrasi dengan hotel dan pusat perbelanjaan.

“Jadi bandara kita satu-satunya jadi bandara modern di Tanah Papua yang mengintegrasikan antara pelayanan kebandaaraan dengan pusat bisnis di Kabupaten Manokwari. Jadi orang ke Bandara Rendani tidak hanya melakukan perjalanan ke luar daerah tetapi juga bisa ke bandara untuk berbelanja,” pungkas Hermus. (SM)

Pos terkait