Capaian Imunisasi pada BIAN 2022 di Kabupaten Manokwari masih Jauh dari Harapan

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang.

MANOKWARI – Meski sudah lewat dari sebulan setelah dilunching Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, pada 18 Mei 2022, capaian imunisasi dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Manokwari belum sesuai harapan. Dari beberapa jenis imunisasi yang diberikan, hanya imunisasi Campak-Rubella untuk anak usia 5 sampai kurang dari 7 tahun yang capaiannya di atas 50 persen. Sisanya masih jauh dari harapan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, mengemukakan bahwa ada dua jenis imunisasi yang diberikan yakni imunisasi kejar dan imunisasi tambahan Campak-Rubella.

Bacaan Lainnya

Untuk imunisasi kejar ada tiga jenis imunisasi yang diberikan yakni OPV, IVP, dan DPT-HB-HIB. Capaian ketiga jenis imunisasi tersebut per 21 Juni 2022 yakni OPV dari target sasaran sebanyak 5.774 orang, capaiannya 929 atau sekitar 16,3 persen.

IVP dari target sasaran sebanyak 8.847 orang capaian 428 atau sekitar 4,8 persen. Dan DPT-HB-Hib dari target sasaran sebanyak 3.444 orang capaian sebanyak 774 orang atau sekitar 22,5 persen.

Sedangkan untuk imunisasi Campak-Rubella, lanjut Rantetampang, yakni bagi anak usia 9-59 bulan dengan target sasaran sebanyak 14.672 orang capaiannya sebanyak 2.659 atau 18,1 persen.

Untuk usia 5 sampai kurang dari 7 tahun dari target sasaran sebanyak 5.985 capaian sebanyak 2.468 orang atau 64 persen. Sementara untuk usia 7 sampai kurang dari 12 tahun dari target sasaran sebanyak 17.688 capaian sebanyak 7.151 atau 40,4 persen.

Secara keseluruhan untuk imunisasi Campak dan Rubella, jumlah sasaran 38.345 orang dengan capaian sebanyak 12.278 atau 32 persen. Dengan demikian, masih kurang 63 persen karena targetnya adalah 95 persen.

Namun demikian, angka ini masih akan bertambah karena imunisasi masih akan dilakukan sampai 30 Juni 2022.

“Ada kemungkinan diperpanjang bilamana belum mencapai target dan itu akan diusulkan oleh Dinas Provinsi Papua Barat,” tukas Rantetampang, Rabu (22/06/2022). (SM7)

Pos terkait