Capaian Vaksinasi Remaja 12-17 Tahun Baru 13,38 Persen, Ada Sekolah di Manokwari yang Sudah Laksanakan PTM Terbatas

  • Whatsapp
Kemendagri
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang.

MANOKWARI – Data Dinas Kesehatan Kabupataen Manokwari menunjukkan bahwa dari total target vaksinasi remaja usia 12-17 tahun sebanyak 21.030 anak, baru 2.816 anak yang menerima vaksin dosis pertama. Meski demikian, ada sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap mmuka (PTM) terbatas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, mengatakan untuk vaksinasi remaja 12-17 tahun, dari target 21.030 anak, yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 2.816 orang atau sekitar 13,38 persen. Sedangkan yang Sudha menerima dosis kedua sebanyak 1.451 anak atau sekitar 6,90 persen.

Jumlah itu, menurut dia, masih jauh dari target untuk melaksanakan PTM terbatas di sekolah-sekolah.

“Masih sangat jauh,” ungkap Rantetampang di kantornya, Senin (6/9/2021).

Untuk bisa melaksanakan pembelajarann tatap muka di sekolah, menurut Rantetampang, pihaknya mengikuti standar dari WHO yaitu 70 persen.

“Jadi civivtas sekolah itu semua menghitung jumlah siswa berapa, maka minimal 70 persen sudah divaksinasi. Demikian juga dengan guru, berapa jumlahnya termasuk tata usaha, maka minimal 70 persen sudah harus divaksinasi. Ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang nanti tidak divaksinasi yang 30 persen itu,” ujarnya.

Mengenai adanya sekolah yang sudah melaksanakan PTM, Rantetampang mengatakan, jika itu sebaiknya dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari.

Yang jelas, kata dia, untuk menekan angka penularan Covid-19, terutama bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas, capaian 70 persen siswa dan guru divaksin menjadi standar.

“Manakala nanti mereka buka lalu kemudian, mungkin dalam tanda petik buka tatap muka yang terbatas, itu pun menjadi perhatian Dinas Pendidikan atau pihak sekolah kalau mau membuka tatap muka,” katanya.

Menurut dia, jika vaksinasi siswa dan guru sudah mencapai 70 persen, maka pihak sekolah mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapat persetujuan melaksanakan PTM terbatas. Meski nanti sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah 70 persen siswa dan guru sudah divaksin, tapi dalam proses belajar mengajar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi jarak tetap menjadi perhatian, maskernya bagaimana, kemudian apakah cuci tangan ketersediaan selalu ada, kemudian juga pengawasan dari dewan guru untuk anak-anak bagaimana mulai dari datang sampai pulang. Jadi masih perlu persiapan juga yang dilakukan oleh pihak sekolah,” tukasnya. (SM7)

Pos terkait