Dinas Perindag Manokwari Pastikan Penempatan Pedagang di Pasar Sementara sesuai Nomor

Perindag

MANOKWARI, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Manokwari memastikan penempatan pedagang Pasar Sanggeng di pasar sementara sesuai nomor yang sudah dibagikan. Namun permintaan warga dari Distrik Manokwari Utara dan Swapen juga diakomodir untuk berjualan dalam pasar sementara.

Kepala Dinas Perinndustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, mengatakan sesuai data yang diperoleh jumlah pedagang di Pasar Sanggeng sebanyak 800 lebih pedagang. Sementara pasar sementara dapat menampung 600 lebih pedagang tenda dan hamparan serta kemudian 102 pedagang kios.

Bacaan Lainnya

“Jadi fasilitas yang disiapkan sebenarnya memenuhi syarat, semua bisa terakomodir,” ujar Ayomi di lokasi pasar sementara, Sabtu (20/05/2023).

Namun, kata dia, ada permintaan pedagang dari Distrik Manokwari Utara (Pantura) dan Swapen agar ditempatkan pada satu tempat. Pedagang dari Pantura ini sudah termasuk dalam 600 pedagang yang menempati pasar sementara.

“Kita akomodasi satu tempat. Pedagang-pedagang yang lain juga nanti kita atur. Saya bilang yang sudah punya nomor tadi pergi cek nomornya, di situ dia berjualan karena kami kemarin sudah bagi nomor. Dipastikan mereka yang sudah menerima nomor tidak ada pendobelan,” ujarnya.

Ayomi menambahkan bahwa pembagian nomor dilakukan langsung di lapangan.

Baca Juga: Bupati Hermus: 24 Maret Lelang Pembangunan Pasar Sanggeng

“Pembagian nomor itu langsung di lapangam, tidak ada perwakilan yang datang ambil, tidak. Dia jual di situ riil, langsung dikasih,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng, Muhammad Satria Lesmana, mengatakan pihaknya sudah mendata pedagang-pedagang dan hasil pendataan sudah diserahkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari. Data 500 pedagang itu merupakan pedagang aktif dan selama ini membayar retribusi pasar.

“500 orang PKL yang sudah diserahkan ke dinas itu sudah dibagikan nomor tempat jualan cuma terakhir ini karena ada permintaan dari masyarakat Pantura akhirnya nomornya digeser. Jadi kita belum bisa pastikan dari kepala dinas apakah nanti ada pergantian atau tidak,” katanya. (SM7)

Pos terkait