FGM GKI Manokwari Bersama P4A Unipa Gelar Seminar Hasil Kajian Tingkat Migrasi Penduduk dan Dampaknya  

Foto bersama peserta seminar hasil migrasi penduduk dan dampaknya bagi pembangunan di kabupaten Manokwari, terdiri dari berbagai elemen baik masyarakat maupun tokoh adat dan agama serta pemerintah daerah. (Foto:SM)

MANOKWARI – DPC Forum Generasi Muda (FGM) KGI Kabupaten Manokwari bersama Pusat Penelitian, pengembangan Perempuan dan Anak (P4A) Universitas Papua (Unipa) menggelar seminar hasil tingkat migrasi penduduk dan dampaknya bagi pembangunan di kabupaten Manokwari.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga, Dr. Ir.Agus Sumule, Dekan Faperta Unipa menyampaikan materinya terkait evaluasi dan prospek Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Bacaan Lainnya

Ketua FGM GKI Manokwari, Sepus Fatem menjelaskan setelah seminar hasil ini yang dilaksanakan 16 November 2019 kemarin, maka akan ditindalanjuti dengan asistesi dengan penyusunan Raperda tentang migrasi di Manokwari, yang akan didampingi Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat.

“Raperda lahir dari inisiatif pemerintah karena angka migrasi tinggi untuk Manokwari. Dampak lainnya lahan baru semakin susah sehingga pemerintah harus berpikir untuk serius untuk hal ini. Seminar selanjutnya akan kita laksanakan jelang 5 Februari 2020 untuk membumikan masalah migrasi ini. Migrasi berdampak pada esistesi OAP contohnya legislative. Di Manokwari 25 anggota DPRD hanya 10 OAP, itu harus disikapi,” terang Sepus, Rabu (20/11).

Sementara itu, ketua GKI Klasis Manokwari, Pendeta Johanes Mamoribo mengatakan mendukung apa yang dilakukan FGM GKI, dimana FGM GKI Manokwari juga merupakan corong dari apa yang diinginkan gereja. selain itu, suara dari gereja harus juga disampaikan oleh FGM GKI Manokwari.

“Dengan forum ini, apa yang menjadi harapan gereja kepada pemerintah dapat disampaikan. Sebaliknya gereja juga bisa melihat bagaimana sesungguhnya umat gereja yang ada di Papua ini,” ujarnya.

Sementara itu, Richard Alfons, Kabag Peregda mewakili Bupati Manokwari menyampaikan dengan seminar yang dilaksanakan merupakan langkah awal dalam menata arah pembangunan Manokwari ke depan, sebagai upaya untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan rakyat secara berkesinambungan.

Baca Juga:  Dalam Kerangka Otsus, Bupati Hermus Berharap Ada Kuota Haji Khusus bagi Masyarakat Papua

Hadir dalam seminar hasil tersebut, Kepala Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, Asisten I Setda Manokwari, Bagian Hukum Setda Manokwari, BKKBN Papua Barat, perwakilan gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. (SM)

Pos terkait