Kecewa Pelaku Bebas, Warga Blokade Jalan Berujung Bentrok Hebat, 8 Orang Luka-luka

KOTA SORONG, PBD – Suasana Kota Sorong Papua Barat Daya, Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIT hingga Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 02.00 wit dini hari sempat mencekam akibat bentrok dua kelompok pemuda di Kawasan Rufei,Distrik Sorong Barat.

Bentrok tersebut menyebabkan enam orang pemuda terluka, termasuk dua anggota Polisi dan seorang anak di bawah umur. Korban rata-rata alami luka akibat lemparan batu dan anak panah sagu.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi kejadian, bentrok dua kelompok pemuda ini dipicu adanya kemarahan warga dari kompleks Rufei terkait peristiwa penganiayaan berat dengan alat tajam oleh sekelompok pemuda dari kompleks Pasar Modern kelurahan Klawasi terhadap seorang warga di kompleks Rufei pada Minggu (24/5/2026) dini hari yang menyebabkan korban mengalami luka berat.

Warga kompleks Rufei kecewa karena pelaku tidak ditangkap Polisi dan malah bebas berkeliaran di tempat umum.

” Kekecewaan dan kemarahan itu yang menyebabkan warga kompleks Rufei melakukan aksi blokade jalan di sekitar jembatan, “ungkap salah seorang pemuda di lokasi kejadian.

Aksi blokade jalan ini mendapat respon dari kelompok pemuda dari kompleks Pasar modern dengan melakukan penyerangan terhadap pemuda di kompleks Rufei.

Aksi saling serang dengan menggunakan batu, kayu dan panah sagu, hingga bom molotov pun tak terhindarkan.

Akibatnya 8 orang mengalami luka-luka termasuk dua anggota Polisi dan seorang anak berusia 10 tahun.

Dua anggota Polisi, satu orang mengalami luka cukup parah akibat terkena lemparan batu termasuk Kapolsek Sorong Barat AKP Max Pigai alami luka memar pada bagian kaki. Sedangkan anak berusia 10 tahun alami luka terserempet anak panah sagu pada bagian leher saat melintas untuk menghindari bentrok tersebut.

Baca Juga:  Program Kolaborasi KASUARI untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Sorong Selatan

Pihak Kepolisian Polsek Sorong Barat yang tiba di lokasi berusaha untuk meredam bentrok namun dikarenakan kalah jumlah, aparat kepolisian memilih bertahan di depan gedung Gereja Ebenhaezer.

Bahkan pihak Kepolisian dari Polsek Sorong Barat yang masuk melalui samping Pasar Modern untuk mengobati menghalau massa, justru mendapat serangan lemparan batu dan panah.

Tak berselang lama, aparat Kepolisian dari Polresta Sorong Kota dipimpin Kabag Ops, Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin tiba di lokasi dan langsung menerobos barikade warga untuk meredam situasi.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota didampingi Kapolsek Sorong Barat dan Kasat Samapta bersama personel polisi gabungan dari Dalmas dan Polsek Sorong Barat langsung melakukan mediasi terhadap kelompok pemuda dari kompleks Pasar modern.

Hasilnya situasi dapat dikendalikan. Aksi saling serang langsung berhenti.

Kapolsek Sorong Barat, AKP Max Pigai mengungkapkan, aparat kepolisian telah mengambil langkah cepat untuk menghentikan bentrokan yang terjadi antara dua kelompok pemuda di wilayah hukum Polsek Sorong Barat.

Menurutnya, situasi di lokasi kejadian berhasil dikendalikan setelah petugas melerai kedua belah pihak dan meminta masing-masing kelompok kembali ke rumah masing-masing. Ia juga menyampaikan bahwa mediasi antara kedua kelompok dijadwalkan berlangsung di Mapolsek Sorong Barat pada Kamis pagi guna mencari penyelesaian atas persoalan tersebut. “Tadi kedua belah pihak sudah di lerai, masing-masing sudah kembali ke rumah masing-masing, nanti besok pagi baru akan diadakan mediasi di Polsek,” ungkap AKP Max Pigai di lokasi kejadian, Kamis dini hari tadi.

AKP Max Pigai menuturkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban akibat bentrokan tersebut. Namun demikian, ia memastikan terdapat sejumlah warga yang mengalami luka-luka, termasuk satu anggota kepolisian yang turut menjadi korban saat berupaya mengamankan situasi. Ia juga mengaku terkena lemparan batu ketika proses pengendalian massa berlangsung di lokasi kejadian. “Terkait korban masih kami data, namun memang tadi ada korban yang alami luka-luka termasuk satu anggota Polisi dan saya sendiri alami lemparan batu,” ujarnya.

Baca Juga:  Workshop Tata Kelola BOS Kota Sorong Berlangsung, Fokus Optimalisasi Dana untuk Sekolah Gratis

Lebih lanjut, Kapolsek Sorong Barat menyampaikan bahwa penyebab pasti bentrokan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Berdasarkan informasi awal di lapangan, insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman antara kedua kelompok pemuda. Meski demikian, pihaknya akan menyampaikan hasil lengkap terkait motif bentrokan setelah proses mediasi dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dilakukan.

“Untuk motif bentrokan diduga akibat salah paham, namun untuk lebih jelasnya nanti akan kami sampaikan besok (Kamis pagi) setelah ada mediasi antara kedua belah pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi keamanan di wilayah Sorong Barat saat ini mulai berangsur kondusif setelah aparat kepolisian melakukan pengamanan intensif di lokasi kejadian. Kendati demikian, personel Polsek Sorong Barat tetap disiagakan untuk melakukan patroli serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan maupun gangguan kamtibmas lainnya.

“Walaupun kondisi sudah mulai kondusif namun personel kami dari Polsek (Sorong Barat) tetap stanby dan melakukan patroli untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan,” katanya.

AKP Max Pigai juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kedua kelompok pemuda yang terlibat bentrokan, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama di wilayah Sorong Barat.

“Kami himbau kepada warga masyarakat khususnya kedua belah pihak dari dua kelompok pemuda ini untuk menahan diri dan menyerahkan semua masalah ini kepada pihak Kepolisian,” pungkasnya. (SM)

Pos terkait