Khidmat Prosesi Cium Salib Kristus Saat Ibadat Jumat Agung di Manokwari

MANOKWARI – Suasana ibadat Jumat Agung di Kabupaten Manokwari berlangsung khidmat. Ratusan umat Katolik yang hadir tampak antre menunggu giliran saat prosesi mencium salib Yesus Kristus dimulai.

Rangkaian ibadat dimulai pada pukul 15.00 WIT. Prosesi penghormatan dan penciuman salib menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan wafat Yesus Kristus, didampingi para misdinar yang bertugas membawa salib dan lilin selama rangkaian liturgi.

‎Pastor Paroki Gereja Katolik Immanuel Sanggeng, Philipus Sedik, OSA, menyampaikan ibadat Jumat Agung terdiri dari tiga bagian utama, yakni liturgi Sabda atau Firman Tuhan, penghormatan atau penciuman salib, serta komuni.

‎Ia menjelaskan, makna Jumat Agung tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Minggu Palma, ketika Yesus memasuki Kota Yerusalem dan disambut dengan sorak-sorai penuh sukacita oleh masyarakat.

‎Namun, menurutnya, orang-orang yang sama kemudian berubah dan berseru, “Salibkan Dia, salibkan Dia.”

‎Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi refleksi bagi kehidupan manusia yang kerap mudah berubah dan mengikuti suasana hati.

‎Ketika menerima berkat, manusia bersukacita dan memuji Tuhan, tetapi saat menghadapi kesulitan dan tantangan, manusia cenderung menyalahkan Tuhan karena merasa tidak ditolong atau tidak dijawab doanya.

Ia menegaskan manusia sering kali tidak mampu bertahan dalam kebaikan dan kebenaran, serta lebih mudah mengikuti keinginan pribadi yang tampak lebih menarik.

‎“Manusia mudah tergoda dan jatuh dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan tema Paskah tahun ini diambil dari Injil Matius 5:16, yakni agar setiap orang melihat perbuatan baik yang dilakukan dan memuliakan Bapa di surga.

‎Oleh karena itu, umat diajak untuk tetap setia dalam melakukan kebaikan dan hidup dalam kebenaran sebagai wujud iman kepada Tuhan.

Baca Juga:  Renungan Katolik Minggu 4 Juni 2023: Salib Melahirkan Anugerah Roh Kudus

‎Dalam pesannya, ia juga mengajak umat untuk tetap setia memikul salib kehidupan, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti sakit, pergulatan hidup, maupun tanggung jawab perutusan.

‎“Semoga setiap kita yang sedang memikul salib yang berat tidak tergoda untuk melepaskannya, sebab Tuhan sendiri turut memikul salib kita,” tuturnya.

‎Ia pun mengajak umat untuk berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan iman sebagai anak-anak-Nya.

Dari pantauan, ‎Ibadat Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Agustinus Brawijaya, Santo Thomas Aquinas Amban dan juga Immanuel Sanggeng berlangsung tertib dan lancar, didukung pengamanan dari pihak kepolisian yang turut membantu pengaturan lalu lintas di sekitar Gereja. (SM)

Pos terkait