Panen Padi di Prafi, Wamentan: Kementan ingin Pertanian Diperhatikan secara Utuh dan Dibangkitkan Kembali

Manokwari – Ketahanan pangan sangat berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Namun untuk mewujudkan ketahanan pangan apalagi meningkatkannya ke kedaulatan pangan, tidak mudah.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, ada berbagai kendala yang dihadapi pemerintah. Sebelum ini anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) harus direfocusing karena Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Baru di tahun 2023 Covid tertangani dengan baik dan diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat. Kementerian Pertanian pun berharap agar semua program-program yang dilaksanakan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya usai panen padi dan menyerahkan bantuan pemerintah di kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (2/11/2023).

Menurut dia, sejak masuk di kabinet Pemerintahan Jokowi, dirinya sudah bergerak di lebih dari 300 kabupaten/kota untuk menjaga kestabilan pangan. Dan kesulitan-kesulitan yah ditemukan selalu bermuara ke hal yang sama yakni distribusi bibit yang diberikan ke daerah-daerah.

“Ini selalu menjadi persoalan. Ini semua coba kita atasi. Kami bergerak terus karena bagaimanapun juga kalau tidak sampai ke masyarakat tentu akan menjadi masalah yang cukup besar,” ujarnya.

Kekurangan petani pun, menjeur dia, menjadi kendala. Sesuai data BPS, jumlah petani di Indonesia mencapai 33 juta jiwa, namun dari jumlah itu petani mileniak hanya 2,7 juta jiwa.

“Ini memprihatinkan sekali. Jadi pelatihan-pelatihan ini akan diintensifkan. Kementerian Pertanian ingin pertanian diperhatikan secara utuh dan benar-benar secara ideal dibangkitkan kembali, sehingga benar-benar terjadi Merdeka Pangan,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Hermus Pastikan di Manokwari juga Akan Ada Jembatan Merah

Dia menambahkan bahwa jika melihat geografis Kabupaten Manokwari dengan luasan lahan 3.000 kilometer lebih dan jumlah penduduk yang cukup banyak sebenarnya sangat efektif untuk berproduksi dengan baik.

Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, mengatakan bahwa di Manokwari dari luas lahan sekitar 10.00 hektar yang ditanami baru sekitar 1.00p hektar. Untuk menanami luas lahan yang ada, banyak hal yang harus dipenuhi, termasuk ketersediaan pupuk.

“Pak Wakil Menteri Pertanian kami laporkan bahwa baru-baru Pak Presiden melakukan groundbreaking pembangunan pabrik pupuk di Fakfak. Pabrik pupuk yang dibangun itu antara lain untuk bisa menopang kebijakan nasional tentang lumbung padi nasional di Merauke dan juga untuk lokal kami di sini,” katanya.

Kehadiran pabrik pupuk di Papua Barat, katanya, diharapkan dapat mengatasi masalah pupuk bersubsidi yang terlalu mahal dan langka.

“Dengan demikian, kebijakan nasional untuk perluasan areal padi, karena kondisi nasional yang semakin terbatas, kita harapkan bisa juga di luar Jawa dan tentunya ditopang dengan pupuk yang tersedia,” tukasnya. (SM7)

Pos terkait