Pegiat Konservasi Raja Ampat Ikuti Pelatihan Terkait Ancaman Terhadap Pohon Endemik dan Langka

Waisai, Raja Ampat – Balai Besar Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua Barat melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Waisai bersama Fauna & Flora Indonesia Program Tanah Papua melaksanakan Pelatihan Identifikasi, Koleksi Pembibitan dan Pengendalian Ancaman Pohon Endemik dan Langka di Raja Ampat yang dibuka secara resmi di Gedung Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati BBKSDA Papua Barat kota Waisai, Rabu (11/10/2023)

Kepala SKW 1 Waisai, Partolongan Manalu menyampaikan dalam sambutan pembukanya, bahwa Raja ampat memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat kaya, dimana memiliki 12 jenis tumbuhan langka dan endemik. Keterkaitan antara tumbuhan dan satwa ini harus menjadi perhatian karena jika salah satunya terganggu, maka yang lainnya pun akan menerima dampaknya. Dan, dalam upaya konservasi ini, Balai Besar KSDA tidak bisa melakukan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi dan sinergi seperti yang telah dilakukan hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

“Dan perlu diingat, konservasi terbagi menjadi 3 pilar yaitu perlindungan pemanfaatan dan pengawetan,” ujar Partolongan Manalu.

Ia pun menjelaskan, salah satu tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman atas ancaman tumbuhan invasif di Raja Ampat, yakni Decalobanthus peltatus atau lazim dikenal dengan tumbuhan Tali susu. Menurutnya, kini tumbuhan invasif ini merupakan ancaman yang perlu menjadi perhatian para pegiat konservasi, khususnya di Raja Ampat, dikarenakan tali susu telah mendominasi wilayah cukup luas di Raja Ampat dan menjadi ancaman untuk pohon dan tumbuhan.

Baca Juga:  FGD Ke-2, 3 Alternatif Visi RIDPN dan Key Tourism Area ITMP Jadi Pembahasan Utama

“Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan selama 3 hari, 1 hari teori dan 2 hari praktek yang akan dilakukan di KTH Warkesi. Jadi, mari bersama belajar dan berkolaborasi dalam upaya konservasi pohon langka dan pengendalian atas ancamannya,” pesan Partolongan Manalu. (SM14)

Pos terkait