Pemerintah Daerah Diminta Dukungan Untuk Kontingen PESPARANI Kupang 2022

  • Whatsapp
Ketua Umum LP3KD Papua Barat, Roberth KR Hammar.

MANOKWARI – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD)  Provinsi Papua Barat, berharap Pemerintah Kabupaten dan Kota, dapat memberikan dukungan bagi kontingen Pesparani yang akan melaksanakan kegiatan di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) 2022.

Ketua LP3DK Papua Barat, Roberth KR Hammar mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan rohani di Kupang, cukup besar sehingga dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota sangat diharapkan.

Bacaan Lainnya

“Anggaran yang kita butuhkah sekitar 10 miliar, sehingga dukungan dari pimpinan daerah tentu kita harapkan,” Ungkap Roberth KR Hammar, Sabtu (4/9/2021).

Bagi Hammar, hal ini perlu disampaikan jauh sebelum pelaksanaan kegiatan, sehingga pemerintah daerah dapat menganggarkan.

Untuk Papua Barat, kata Hammar, kontingen berasal dari Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Kaimana dan Kota Sorong dengan jumlah mata lomba yang akan diikuti setiap kontingen dari Papua Barat sebanyak 13.

“Terkait dengan mata lomba yang akan diikuti, menurut saya, sangat membanggakan karena hampir merata di semua kontingen kita, dan ini tidak menjadi beban bagi salah satu kontingen,” katanya.

Terkait dengan kondisi pandemik saat ini, menurut Hammar, apabila masih terjadi hingga pelaksanaan kegiatan Oktober 2022, pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat.

“Kalau tetap ada pandemik, kemungkinan ada yang virtual atau online dan juga ada yang harus berada di tempat pelaksanaan kegiatan, namun untuk virtual, kami tentu belum memiliki sarana prasarana yang memadai jika dibandingkan dengan kontingen dari provinsi lain,” tuturnya.

Diakui Hammar, persiapan-persiapan yang saat ini dilakukan, bukan untuk mengikuti kegiatan secara virtual, namun lebih kepada keikutsertaan di Kupang.

“Makanya kami berharap ada dukungan dari setiap pemerintah kabupaten dan kota, sehingga kontingen Gerejani Katolik Papua Barat, dapat berlaga di Kupang dan ini kami lakukan bukan hanya sekedar membawa nama daerah, tetapi untuk pujian dan hormat kepada Tuhan,” tandasnya. (SM 13)

Pos terkait