Pemkab Manokwari Dukung Pembangunan Kantor BKAG Warpramasi

LETAKKAN BATU PERTAMA: Bupati Manokwari, Hermus Indou, meletakkan batu pertama yang kedua pembangunan kantor BKAG Warpramasi, Jumat (29/04/2022).

MANOKWARI – Pemkab Manokwari menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pembangunan kantor Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Warpramasi. Sebagai salah satu organisasi yang modern, BKAG harus memiliki kantor.

“Membangun organisasi saya kira organisasi yang modern hari ini organisasi harus memiliki kantor. Apalagi wadah seperti BKAG kita dukung untuk memiliki kantor yang representatif untuk bisa menjadi wadah mempersatukan seluruh gereja di Kabupaten Manokwari. Dan kita juga membuktikan bahwa Manokwari sebagai pusat peradaban di Tanah Papua dan sebagai ibukota Provinsi Papua Barat dan menyandang status sebagai Kota Injil benar-benar ada di tanah yang kita cintai dan banggakan bersama,” ujar Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada peletakan baru pertama pembangunan gedung kantor BKAG Warpramasi di Distrik Prafi, Jumat (29/04/2022).

Bacaan Lainnya

Peletakan batu pertama itu diawali dengan perayaan Paskah bersama BKAG Warpramasi. Peletakan baru pertama pembangunan kantor BKAG Warprmasi yang pertama dilakukan oleh Gubernur Papua Barat, lalu diikuti oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou.

Menurut Hermus, selain kantor BKAG, pihaknya berencana untuk membangun gereja sentral Oikumene di dataran Warpramasi. Gereja sentral Oikumene itu harus besar.

“Ini bukan sekadar untuk menyenangkan siapa-siapa, tapi inilah harga diri yang perlu kita bangun di hadapan Tuhan dan kita ingin lakukan yang terbaik untuk masyarakat karena biasanya acara-acara seperti ini gereja juga tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk perayaan hari-hari besar,” ungkapnya.

Menyinggung perayaan Paskah tahun ini, Hermus mengatakan, makna perayaan Paskah tahun ini tidak hanya mau membangun hubungan yang harmoni di antara sesama umat Kristen, tapi diharapkan mampu membina kerukunan dan toleransi antarumamt beragama di Kabupaten Manokwari.

“Kita berharap kemajemukan yang ada hari ini dari Sabang sampai Merauke yang ada di Kabupaten Manokwari kita bisa pelihara dan jaga bersama-sama sebagai kekayaan dari Tuhan yang memang sudah ditaruh di sini dan kita wajib memelihara kekayaan Tuhan itu supaya harga diri dan martabat kita tetap ada di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Hermus menambahkan, keberagaman yang ada bukan buatan manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan sendiri. Karena itu, keberagaman tersebut harus dihargai sebagai karya dari Tuhan Maha Kuasa.

“Semua orang yang merusak keberagaman dia menjadi seteru Tuhan. Jadi mari kita berusaha menjaga keberagaman yang selama ini sudah ada di Kabupaten Manokwari untuk aman dan damai supaya dengan keamanan dan kedamaian yang kita miliki Tuhan juga tidak sungkan-sungkan untuk mencurahkan berkat-Nya di atas kehidupan kita semua,” pungkasnya. (SM7)

Pos terkait