Tolak Vaksinasi dan Marah karena Isu Hoaks Gubernur Papua Barat Meninggal, Warga Warmare Blokir Jalan

Warga memblokir jalan di Distrik Warmare, Rabu (28/7/2021).

MANOKWARI – Masyarakat dari sejumlah kampung di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, memblokir jalan di daerah itu, Rabu (28/7/2021). Pemalangan jalan sebagai bentuk penolakan terhadap vaksinasi Covid-19. Masyarakat juga marah karena adanya unggahan di media sosial (medsos) yang menyebut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meninggal dunia.

Pemalangan jalan di lakukan di kampung Dindey, Meni, Duwin, Subsay, Indisey, dan Madrat. Akibat pemalangan ini, tidak ada kendaraan yang bisa melintas dari dan ke Kota Manokwari.

Bacaan Lainnya

Pemblokiran jalan dilakukan warga dengan menggunakan batang pohon. Pohon kepala sawit di pinggir jalan pun ada yang ditebang untuk digunakan memblokir jalan.

Salah satu warga Warmare, Daniel Ullo, mengatakanhari Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 10.17 WIT, massa mulai memblokir jalan. Pemblokiran jalan itu menyusul hoaks di medsos yang menyebutkan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meninggal dunia.

“Masyarakat Arfak dengar berita hoaks itu tadi malam, sehingga dari tadi malam hingga siang ini masyarakat di beberapa kampung palang jalan,” ujar Ullo.

Pemblokiran jalan poros Manokwari-Sorong itu, lanjut Ullo, juga karena ada empat warga yang divaksinasi Covid-19, namun meninggal dunia. Karena itu, masyarakat menuntut agar vaksinasi dihentikan.

“Kalau bisa Bapak Gubernur atau yang diwakili dan Bapak Bupati (Manokwari) tolong supaya menyelesaikan persoalan mengenai vaksin ini. Kalau bisa vaksin dikembalikan (dihentikan), sebab semua masyarakat khususnya orang Arfak mereka tidak setuju dengan vaksin ini,” katanya.

Dia meminta agar pelaksanaan vaksinasi ke kampung-kampung dihentikan. Sebab, petugas yang melaksanakan vaksinasi ke kampung-kampung bisa menjadi korban.

“Jadi disampaikan kepada Bupati Manokwari dan Gubernur Papua Barat bahwa vaksin ini telah sampai ke masyarakat terpencil di daerah Arfak, nanti mereka yang jalankan vaksin ini akan korban. Jadi kalau bisa kedua Bapak mohon dikembalikan vaksin ini. Sebab, vaksin ini mereka menjalankan. Kalau bisa yang meninggal jaminannya apa. Kalau yang telah divaksin sampai meninggal dunia itu jaminannya apa. Kalau bisa Bapak dong bisa jelaskan. Jadi massa mulai dari tadi malam dan di saat siang hari ini mereka masih palang,” pungkasnya. (SM7)

Pos terkait