Agustinus Warbaal Mahasiswa Pascasarjana UNIPA MAnokwari Paparkan Hasil Penelitian Genotipe Ubi Jalar

Foto bersama Mahasiswa UNIPA, Agustinus Warbaal bersama Promotor usai Diseminasi.

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Agustinus Warbaal, Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, melaksanakan diseminasi hasil penelitian berjudul Interaksi Genotipe dan Lingkungan terhadap Komponen Agromorfologi, Stabilitas Hasil, serta Analisis Molekuler Beberapa Genotipe Ubi Jalar pada Ekosistem Dataran Tinggi dan Dataran Rendah di Papua Barat, Selasa (24/2/2026).

Diseminasi dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat. Kegiatan ini untuk memetakan karakter morfologi, komponen hasil, serta kualitas sensori untuk mendukung ketahanan pangan dan perakitan varietas unggul baru

Diseminasi disampaikan kepada promotor dan tim akademik sebagai bagian dari tahapan akademik menuju gelar doktor. Agustinus Warbaal mengungkapkan rasa syukur karena berhasil melewati salah satu tahapan penting dalam proses studinya.

“Penelitian ini berkaitan erat dengan isu ketahanan pangan, khususnya pengembangan komoditas ubi jalar di Papua Barat,” papar Agustinus.

Menurut Agus, hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa genotipe ubi jalar yang dapat dikembangkan baik di ekosistem dataran tinggi maupun dataran rendah, termasuk di wilayah Manokwari dan kawasan Amban Pantai.

“Temuan ini penting dan menjadi perhatian tersendiri bagi pihak dinas pertanian, karena berpotensi mendukung pengembangan varietas unggul lokal,” jelasnya.

Namun demikian, Agus Warbaal juga menyampaikan proses lanjutan untuk mengubah status genotipe tersebut menjadi varietas yang terdaftar masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran pada Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Promotor dari Universitas Papua, Prof Dani Saraswati, menyampaikan  diseminasi yang dilakukan oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan tersebut telah memaparkan sebagian hasil penelitian terhadap interaksi genotipe dan lingkungan dari 13 aksesi ubi jalar yang diuji pada dataran tinggi dan dataran rendah.

“Dari hasil penelitian tersebut telah diperoleh genotipe-genotipe yang stabil dan adaptif terhadap lingkungan tumbuhnya, sehingga sudah dapat direkomendasikan,” kata Dani kepada peserta Diseminasi.

Baca Juga:  Soal Kemungkinan Lawan Kotak Kosong, Dominggus Mandacan: Itu Doa Saya

Meski demikian, Prof Dani menegaskan bahwa penelitian ini masih akan berlanjut dan diharapkan dapat berjalan dengan lancar hingga tahap akhir.

Kegiatan diseminasi ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Caritas Indonesia, Prof Roberth Hammar, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, serta para pegawai di lingkungan dinas setempat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil penelitian yang dipaparkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam pengembangan pertanian berbasis potensi lokal, khususnya komoditas ubi jalar, guna mendukung ketahanan pangan di Papua Barat.

Dalam Diseminasi yang diikuti puluhan peserta juga ditampilkan semua jenis Ubi serta rebusan ubi yang disantap bersama setelah selesai pemaparan. (SM)

Pos terkait