MANOKWARI – Membahas persiapan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni bulan Juli mendatang, Pengurus Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3KD) Papua Barat menggelar tatap muka bersama Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega, Pr, Rabu (25/3/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus LP3KD untuk memperkuat koordinasi sekaligus melaporkan perkembangan organisasi kepada pihak keuskupan.
Pertemuan dipimpin langsung Ketua Umum LP3KD Papua Barat, dihadiri panitia Pesparani Katolik IV, Pastor Paroki serta perwakilan umat dari tiga paroki, satu pra-paroki dan dua stasi.
Ketua LP3KD Papua Barat, Prof Dr Roberth KR Hammar mengatakan, secara kelembagaan LP3KD memiliki tanggung jawab kepada Kementerian Agama dan pemerintah daerah, namun dalam hal pembinaan rohani tetap berada di bawah keuskupan.
“Kami ini secara organisasi punya tanggung jawab ke Kementerian Agama dan pemerintah daerah, tetapi untuk pembinaan rohani tetap kepada keuskupan,” ujarnya saat diwawancarai di Oriestom Bay Hotel, Manokwari.
Ia menjelaskan, sejak periode kepengurusan 2022 hingga 2026, pertemuan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan bersama Uskup Manokwari-Sorong.
“Sejak 2022 sampai sekarang kami belum pernah bertemu Uskup, sehingga hari ini menjadi bagian dari tatap muka sekaligus melaporkan perkembangan LP3KD,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, pihaknya juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Pesparani Katolik tingkat Provinsi Papua Barat yang akan digelar di Kabupaten Teluk Bintuni pada 7 hingga 10 Juli 2026.
Menurut Hammar, kegiatan tersebut diketuai oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara.
Ia menambahkan, Uskup Hilarion Datus Lega telah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada pembukaan Pesparani sekaligus memimpin misa akbar dan memberikan sambutan.
“Pembukaan direncanakan pada 7 Juli 2026 dan Uskup siap hadir serta memimpin misa akbar,” katanya.
Selain itu, panitia juga berharap kegiatan tersebut dapat dihadiri oleh Bupati Teluk Bintuni dan Gubernur Papua Barat, serta dua tamu dari pusat yakni Ketua LP3KD Nasional dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI.
Uskup Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega, Pr mengajak seluruh umat Katolik di Papua Barat untuk mendukung pelaksanaan Pesparani 2026.
Ia menilai Pesparani merupakan ajang untuk menghimpun bakat, potensi, dan kemampuan umat dalam bidang musik gerejawi.
“Pesparani menjadi sarana untuk menyemarakkan liturgi dengan musik yang baik dan mampu menghidupkan suasana ibadah dalam memuliakan Tuhan,” ujarnya.
Uskup juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus LP3KD Papua Barat atas upaya yang dilakukan dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Teluk Bintuni dan Wakil Bupati atas dukungan fasilitas dan pendanaan.
Kepada para peserta, Uskup berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh tanggung jawab serta mengembangkan talenta yang dimiliki.
“Berlombalah dengan penuh cinta dan tanggung jawab, serta berikan yang terbaik untuk perkembangan musik liturgi Gereja Katolik,” pesannya.
Ia berharap pelaksanaan Pesparani Katolik 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bergereja di Papua Barat. (SM)








