Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat: Simbol Pujian, Persatuan dan Kekayaan Alam Papua Barat

MANOKWARI – Logo Lomba Pesta Paduan Suara Gerejani Pesparani Katolik ke-IV Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni resmi dirilis.

Desainer logo Pesparani Katolik ke-IV, Alexius Tange menjelaskan logo yang digunakan merupakan simbol yang menggambarkan persatuan umat Katolik dalam memuji dan memuliakan Tuhan melalui seni musik liturgi, sekaligus mencerminkan kekayaan iman, budaya, dan alam Papua Barat. Setiap unsur dalam logo memiliki makna yang saling melengkapi sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

1. Salib

Salib melambangkan Yesus Kristus sebagai pusat iman umat Katolik. Salib menjadi tanda keselamatan, pengharapan, dan kasih Allah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pesparani sebagai sarana pewartaan iman melalui nyanyian dan musik gerejawi.

2. Rosario

Rosario melambangkan kehidupan doa umat Katolik serta devosi kepada Bunda Maria. Unsur ini mengajak seluruh peserta dan umat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan permenungan.

3. Kepiting

Kepiting merupakan simbol khas Kabupaten Teluk Bintuni sebagai daerah pesisir yang kaya akan hasil laut. Unsur ini melambangkan identitas daerah tuan rumah serta kekuatan, ketahanan, dan semangat masyarakat Teluk Bintuni dalam menyambut dan menyukseskan Pesparani.

4. Notasi Balok dan Nada Musik

Notasi musik melambangkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan melalui seni musik liturgi. Pesparani menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta pembinaan iman umat Katolik melalui nyanyian rohani.

5. Burung Merpati

Burung merpati melambangkan Roh Kudus yang membawa damai, persatuan, dan berkat bagi seluruh umat yang terlibat dalam kegiatan Pesparani.

6. Kitab Terbuka

Kitab terbuka melambangkan Sabda Tuhan sebagai sumber kebenaran dan pedoman hidup umat Katolik. Sabda Tuhan menjadi inspirasi dalam setiap pujian, doa, dan pelayanan liturgi.

Baca Juga:  Koordinasi Implementasi P4GN, Kepala BNN Papua Barat Bertemu Pangkoarmada III

7. Figur Paduan Suara

Figur penyanyi melambangkan kebersamaan dan persatuan umat Katolik dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat yang berkumpul untuk memuji Tuhan dalam semangat persaudaraan.

8. Latar Alam Papua Barat

Latar alam menggambarkan keindahan dan kekayaan alam Papua Barat sebagai anugerah Tuhan yang patut disyukuri serta menjadi identitas daerah penyelenggara.

9. Tulisan Identitas Kegiatan

Tulisan “Lomba Pesparani Katolik ke-IV Provinsi Papua Barat – Kabupaten Teluk Bintuni – Tahun 2026, menegaskan identitas kegiatan, tempat pelaksanaan serta momentum penyelenggaraan Pesparani.

“Makna secara keseluruhan logo ini melambangkan kesatuan iman, budaya, dan persaudaraan umat Katolik di Provinsi Papua Barat dalam memuliakan Tuhan melalui seni musik liturgi, serta menegaskan peran Kabupaten Teluk Bintuni sebagai tuan rumah yang menyambut seluruh peserta dengan semangat kebersamaan, damai dan sukacita,” kata Alex.

Sementara motto atau tema utama Pesparani Katolik ke-IV Papua Barat yaitu Bersatu dalam Iman, Memuji Tuhan dalam Harmoni,” ujarnya. (SM)

Pos terkait