Berlaga di Liga 3, Bupati Hermus Minta Perseman Tunjukkan yang Terbaik

Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat melepas tim Perseman untuk berlaga di Liga 3 PSSI, Jumat(10/12/2021).

MANOKWARI – Tim Perseman Manokwari dilepas Bupati Manokwari untuk berlaga di kompetisi Liga 3 PSSI di Kabupaten Kaimana. Kepada tim Perseman, Bupati meminta untuk menunjukkan yang terbaik di lapangan.

Pada acara pelepasan di Mansinam Beach Hotel, umat (10/12/2021), JBupati Manokwari, yang juga Manajer Perseman, Hermus Indou, mengatakan public Manokwari sudah tahu komitmen Perseman hari ini. Karena itu, tim Perseman berangkat ke Kaimana juga dengan sebuah harapan yang pasti.

Bacaan Lainnya

“Kita dari Kota Injil, sehingga hadir di Kaimana dengan target yang jelas. Kita ke Kaimana bukan untuk kalah. Kalau kalah lebih tidak usah ke Kaimana,” ujar Hermus.

Karena itu, Hermus meminta para pemain untuk memastikan memang di setiap pertandingan. Di kompetisi nanti, juga diikuti oleh tim dari kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, termasuk tuan rumah Kaimana.

“Semua pasti mau jadi yang terbaik, tapi saya kira Perseman punya nama besar. Kita hadir dengan nama besar dan hadir di lapangan dengan performance terbaik. Jadi kalau ada skill untuk ditunjukkan, tunjukkan saja yang terbaik di lapangan,” katanya.

Sebagai manajer, Hermus menyatakan dukungan untuk perkembangan Perseman di Manokwari. Jika Perseman berhasil, nama baik pemerintah dan masyarakat termasuk pengurus juga akan baik.

“Kalau Perseman berhasil, nama saya juga baik. Nama baik ini sesuatu yang susah, citra ini sesuatu yang susah. Tapi kalau kita berhasil membangun Perseman dengan baik, saya kira citra kita akan baik di tengah masyarakat. Jadi nama baik saya, nama baik semua pengurus ada di Pundak para pemain,” ungkapnya.

Meski begitu, dia berharap agar hal tersebut tidak menjadi beban bagi para pemain. Hermus hanya meminta pemain untuk fokus hanya pada pertandingan ketika sudah berada di lapangan.

“Jangan jadikan ini sebagai beban karena biasanya kalau kita pasang target berlebihan kemudian memberikan beban yang lain kepada pemain, akhirnya pemain main di lapangan dengan beban. Ini bagi saya juga tidak boleh. Ketika masuk di lapangan semua beban di luar lupakan semua. Jadi fokus hanya ke pertandingan. Kalau besok kita menang kita bersyukur, kalau tidak kita bersyukur juga, tetapi bagi saya Tuhan sudah berpihak pada kita karena kita dating dari Kota Injil,” pungkasnya.

Hadir pada acara pelepasan para pengurus Perseman serta para pimpinan perangkat daerah Kabupaten Manokwari. (SM7)

Pos terkait