Bupati Hermus Lepas Jemaah Umroh Kabupaten Manokwari

FOTO BERSAMA: Bupati Manokwari, Hermus Indou; Sekda Manokwari, Henri Sembiring, foto bersama jemaah umroh Kabupaten Manokwari usai acara pelepasan, Selasa (10/05/2022).

MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou, melepas jemaah umroh Kabupaten Manokwari ke tanah suci, Selasa (10/05/2022). Kepada jemaah, Hermus mengatakan bahwa umroh merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, jemaah diingatkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk fokus beribadah.

Hermus mengatakan, kesempatan melakukan umroh adalah berkah dari Tuhan. Karena itu, patut disyukuri.

Bacaan Lainnya

Melakukan umroh, lanjut Hermus, juga sebuah pelayanan yang diberikan Pemkab Manokwari kepada masyarakat agar sejahtera. Kesejahteraan tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tapi beribadah dengan tenang dan damai adalah bagian dari kesejahteraan.

“Karena fakta bahwa ada orang banyak harta tapi tidak bahagia. Karena itu, walau kita tidak punya apa-apa tapi kita punya hubungan baik dengan Tuhan, kitab isa sejahtera,” katanya.

Umrih, menurutnya, juga sebuah apresiasi kepada umat Islam di Kabupaten Manokwari. Selain itu, sebbagai penghormatan kepada mereka yang menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar.

“Umroh juga penghormatan kepada individu-individu yang benar-benar melaksanakan ajaran ibadah secara benar dan dinilai baik oleh pimpinan masjid atau pemuka agama, sehingga harus dihormati,” tegasnya.

Umroh, tambah Hermus, juga merupakan ibadah. Oleh sebab itu, apapun aktivitas di tanah suci, ibadah harus menjadi prioritas dan diutamakan.

“Apapun yang dilakukan tanah suci tujuan utama adalah beribadah kepada Allah,” tegasnya lagi.

Tahun ini, tambah Hermus, jumlah jemaah umroh masih sedikit. Namun ke depan akan ditingkatkan jumlahnya oleh Pemkab Manokwari.

Pimpinan Patuna Travel, Mamat Suhadi, mengatakan bahwa para jemaah yang berangkat ke tanah suci sebanyak 14 orang, dengan 7 orang di antaranya dibiayai oleh Pemkab Manokwari. Sedangkan 7 sisanya dengan biaya sendiri.

Seharusnya, kata Mamat, 7 orang jemaah yang dibiayai Pemkab Manokwari berangkat pada 16 Maret 2020. Namun karena pandemic Covid-19, keberangkatan tertunda.

“Yang dibiayai pemda ada 10 orang, 3 orang ahulu ikut rombongan pertama sisa 7 orang baru berangkat kali ini,” katanya.

Salah satu jemaah, Supadi, menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Pemkab Manokwari yang memberikan perhatian kepada umat Islam dengan memberangkatkan jemaah melaksanakan umroh di tanah suci.

“Jadi visi dan misi Bapak Bupati yaitu Manokwari untuk Semua dan Semua untuk Manokwari itu luar biasa. Ini sudah terbukti, sedikit demi sedikit Manokwari berubah. Patut kita apresiasi,” tandasnya. (SM7)

Pos terkait