Masyarakat Flobamora Gelar Misa Arwah bagi Korban Kecelakaan Maut Pegaf

NYALAKAN LILIN: Sesepuh masyarakat Flobamora Papua Barat, Dominggus Mandacan; Ketua Umum Rumah Besar Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo; RD. Januarius Vaenbes, serta sesepuh, tokoh masyarakat, dan masyarakat Flobamora, menyalakan lilin usai perayaan ekaristi, Selasa (17/05/2022) malam.

MANOKWARI – Masyarakat Flobamora Provinsi Papua Barat menggelar misa arwah bagi korban kecelakaan maut pada 13 April 2022 lalu di ruas jalan Pegunungan arfak (Pegaf)-Manokwari. Kecelakaan tersebut menewaskan 18 warga NTT di Papua Barat.

Perayaan ekaristi dilaksanakan di Sekretariat Flobamora Papua Barat, Kawasan Soribo, Selasa (17/05/2022) malam dipimpin RD. Januarius Vaenbes. Hadir pada perayaan ekaristis tersebut antara lain sesepuh masyarakat Flobamora Papua Barat, Dominggus Mandacan; Ketua Umum Rumah Besar Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo; para tetua masyarakat Flobamora; serta masyarakat Flobamora di Manokwari.

Sesepuh masyarakat Flobamora Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengajak seluruh masyarakat Flobamora di Papua Barat khususnya di Manokwari untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.

“Saya hadir bersama dan mengajak untuk mari kita dukung dengan doa, terutama untuk keluarga mereka yang ditinggalkan. Dengan do aitu menguatkan mereka (keluarga korban), memberikan pengharapan kepada mereka bahwa itu kehendak Tuhan yang terbaik dan perlu kita syukuri,” ujarnya.

Dominggus juga mengajak seluruh masyarakat Flobamora agar berdoa meminta kepada Tuhan untuk melindungi dan memberkati serta Tuhan menyelamatkan dari kecelakaan seperti yang dialami 18 warga Flobamora.

Ketua Umum Rumah Besar Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo, mengatakan masyarakat Flobamora menggelar misa arwah memperingati korban kecelakaan yang menewaskan 18 warga Flobamora pada 13 April lalu.

Menurut Clinton, mencari hidup di negeri orang tidak gampang. Karena itu, dia mengimbau warga Flobamora untuk mencari pekerjaan yang risikonya lebih kecil.

“Saya mengimbau mari kita kerja sama yang baik, kit acari pekerjaan yang baik-baik supaya tidak terjadi kecelakaan lagi seperti kemarin karena ini (kecelakaan) terbesar dan kami orang NTT yang mengalami kecelakaan itu. Oleh sebab itu, saya tidak melarang kerja. Tapi kerja yang baik, cari profesi yang lain. Jangan kerja di sana karena berisiko sekali. Memang ini rencana Tuhan, tapi kita juga perlu waspada,” katanya.

Clinton menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Forkopimda Papua Barat, Bupati dan Forkopimda Kabupaten Manokwari, tim SAR, paramedis di RS Pratama Warmare, RSU Manokwari, dan RSUD Provinsi Papua Barat, masyarakat Manokwari dan Papua Barat, semua suku di Manokwari, serta semua pihak yang telah menunjukkan simpati dan membantu para korban sejak kecelakaan terjadi hingga dipulangkan ke kampung halaman di NTT.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami baik bantuan materi, pikiran, tenaga, dan waktu,” katanya.

Setelah ibadah, diadakan penyalaan lilin oleh sesepuh, pengurus Rumah Besar Flobamora, dan seluruh masyarakat Flobamora yang hadir. (SM7)

Pos terkait