Perdana, Universitas Caritas Indonesia Gelar Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis

MANOKWARI – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) menggelar Yudisium perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis setelah dua tahun proses penggabungan dua institusi Perguruan Tinggi yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Caritas Papua dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mah-Eisa Manokwari menjadi UNCRI, Sabtu (14/3/2026).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNCRI, Manuel Lambi dalam laporannya menyampaikan yudisium Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen (S1) periode 1 Tahun Akademik 2025/2026 diikuti 111 mahasiswa yang resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE).

Bacaan Lainnya

“Yudisium merupakan sebuah pencapaian yang tidak mudah dan merupakan hasil kerja keras, dedikasi dan pengorbanan yang tulus baik dari mahasiswa dan juga keluarga serta dosen yang mendampingi perjalanan akademis mereka,” kata Lambi.

Yudisidum perdana yang digelar menunjukan hasil yang membanggakan dimana 13 mahasiswa berhasil meraih predikat IPK diatas 3.75.

“Prestasi ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Program Studi Manajemen UNCRI. Selain itu, kelulusan tepat waktu dalam 4 tahun meningkat secara signifikan menjadi 38,73 persen dibandingkan pada lulusan sebelumnya,” ungkapnya.

Rektor UNCRI, Prof Roberth KR Hammar menitipkan pesan kepada para yudisium agar menjadi pembelajar sepanjang hayat, membangun keberanian untuk berinovasi dan berwirausaha serta berpegang pada integritas dan nilai kemanusiaan.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan pencipta peluang tetapi generasi muda yang berani membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan masyarakat. Untuk para Yudisium ingat kesuksesan tanpa integritas tidak akan pernah membawa kebahagian sejati,” pesan Hammar.

Baca Juga:  Syarifudin Tersangka Penipuan Berkedok Makelar Mobil Ditangkap di Makasar

Ia menyampaikan agar para lulusan dapat membawa pengetahuan yang didapat selama di UNCRI serta semangat Caritas-Kasih yang menggerakan perubahan.

“Saya yakin akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi Tanah Papua, Indonesia dan dunia,” harap Hammar.

Yudisium berjalan penuh haru serta khidmat dihadiri Ketua Badan Pembina Yayasan, Plt Ketua Yayasan Caritas Papua Wakil Rektor serta orang tua alumni. (SM)

Pos terkait