Perencanaan APBD Kabupaten Manokwari Tahun 2022 Berpedoman Pengalaman Tahun 2021 dan 2020

  • Whatsapp
Bupati Manokwari, hermus Indou.

MANOKWARI – Pelaksanaan APBD Kabupaten Manokwari tahun 2021 yang telah dijalani sampai hari dilaksanakan dalam masa pandemik yang cukup panjang, yaitu dua tahun dari 2020 hingga 2021. Banyak kesulitan yang dihadapi Pemkab Manokwari dalam pelaksanaan APBD tahun 2021.

“Bahaya pandemik juga berdampak luas, termasuk terhadap penurunan fiskal daerah kita, termasuk pertumbuhan ekonomi, dan banyak hal yang tentu tidak bisa kita jalani sebagaimana situasi normal. Karena itulah, kemudian perencanaan APBD kita di tahun 2022 juga tentu berpedoman dan berdasarkan pada pengalaman yang sudah kita lewati bersama,” ujar Bupati Manokwari, Hermus Indou, di kantor Bupati Manokwari, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Hermus, praktik perencanaan dan penganggaran di tahun 2020 untuk tahun 2021, menunjukkan ahwa ada asumsi anggaran yang cukup tinggi namun realisasi pendapatan tidak sesuai target. Hal itu menimbulkan defisit dan menjadi hutang bagi pemerintah daerah yang harus diselesaikan dalam tahun ini dan tahun depan.

Meski dalam keterbatasan, Hermus ingin agar visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Manokwari tetap dilaksanakan untuk membuktikan kepada masyarakat di Kabupaten Manokwari bahwa walaupun kepemimpinannya Bersama Wakil Bupati, Edi Budoyo, hanya 3,5 tahun minimal ada tanda mata yang ditinggalkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari.

“Walaupun kepemimpinan kita hanya 3,5 tahun atau 3 tahun efektif dari sekarang, minimal ada tanda mata yang harus kita tinggalkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari,” tegasnya.

Untuk tahun APBD tahun 2022, menurut Hermus, Pemkab Manokwari tidak ingin berasumsi lebih. Hermus menginginkan agar perencanaan dan penganggaran untuk tahun 2022 tidak jatuh dalam lubang yang sama. Karena itu, skenario yang akan diterapkan adalah skenario realistik bukan skenario ideal.

“Saya berharap perencanaan kita termasuk penganggarannya di tahun 2022 yang kita siapkan dari sekarang kita tidak terjebak atau jatuh dalam lubang yang sama, tapi kita mulai menata supaya perencanaan dan penganggaran kita jauh lebih berkualitas. Dan jauh lebih baik skenario yang kita terapkan adalah skenario realistik bukan skenario yang ideal dan sangat tinggi, tapi kita berharap yang realistik sesuai dengan kondisi kita, kemampuan kita,” tandas Hermus. (SM7)

Pos terkait