Pimpinan Perangkat Daerah Harus Disiplin Kelola Anggaran

  • Whatsapp
Pimpinan Perangkat Daerah
Foto Bupati bersama wakil Bupati Manokwari usai penyerahan DPA secara simbolis kepada 5 OPD, Jumat (14/01/2022).

MANOKWARI Pimpinan perangkat daerah harus disiplin dalam mengelola anggaran. Kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan sumber dananya.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan Pemkab Manokwari menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) lebih awal pada tahun inni. Hal itu dimaksudkan agar anggaran terserap dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk menyerahkan DPA lebih awal karena kita juga belajar dari pengalamman sebelumnya bahwa khususnya DAK, ada beberapa kegiatan yang bersumber dari DAK yang mengalami gagal salur. Kita tidak mau terjebak di kesalahan yang sama lagi,” tegas Hermus dalam sambutannya pada penyerahan DPA kepada pimpinan perangkat daerah, Jumat (14/01/2022).

Menurut Hermus, DPA tahun 2022 diserahkan di awal tahun. Hal itu juga untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sejak awal tahun juga.

“Kita berharap DPA diserahkan lebih awal di bulan Januari ini, kita pastikan semua pekerjaan ini bisa berlangsung lebih awal, sehingga dari sisi waktu kita tidak dikejar dan setiap waktu yang dihadapi tersedia cukup untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Hermus juga mengingatkan pimpinan perangkat daerah agar disiplin mengelola kegiatan berdasarkan sumber dana. tidak boleh mencampuradukkan anggaran.

“Ini saya pesan terutama kepada kepala Badan Keuangan saya berpesan kalau kegiatan yang bersumber dari dana DAK uangnya belum jangan pakai sumber dana lain untuk bayar. Kita disiplin dalam menggunakan anggaran. Jangan seperti yang sudah-sudah terjadi kesalahan akhirnya kepala daerah kepala sakit mencari uang untuk menutup ke sana- kemari. Saya harap kita disiplin, kalau kegiatan bersumber dari dana Otsus uangnya belum ada ya sudah tagihannya tunggu sampai dengan transfer dana Otsus masuk dulu baru bisa layani. Tapi kalau itu belum ada jangan campur aduk sumber anggaran ke sana kemari, ini kayak kita orang yang tidak mengerti pemmerintahan. Saya minta untuk ini jangan terjadi lagi,” tandas Hermus. (SM)

Pos terkait