Seorang Pria Ditangkap Palsukan Surat Rapid Antigen Tujuan Manokwari-Wondama

Surat Rapid
Kombes Pol. Ilham Sampono

MANOKWARI – Seorang lelaki berinisial R (24) diduga terlibat pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu. Pelaku ditangkap polisi di JL. Yos Sudarso, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

R ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya praktik pemalsuan surat rapid antigen. Dirreskrimum Polda Papua Barat Kombes Pol. Ilham Saparona, S.I.K., S.H.membenarkan mengenai penangkapan R.

“Ya memang benar Tim Ditreskrimum Polda Papua Barat melakukan penangkapan kepada R terduga pelaku pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu, surat tersebut digunakan oleh pelaku perjalanan laut dari Kabupaten Manokwari dengan tujuan Teluk Wondama,” ucap Kombes Pol Ilham, Kamis (15/7/2021).

Dirreskrimum menambahkan pelaku melakukan pemalsuan tersebut untuk mencari keuntungan dan biaya hidup sehari-hari.

“Pelaku melakukan pemalsuan dengan motif untuk mencari keuntungan dan biaya hidup sehari – hari. Dengan cara surat di scan kemudian di edit dengan menggunakan laptop dan kemudian di cap stempel salah satu Laboratorium yang ada di Jalan Bandara Rendani yang memang sudah dimiliki oleh pembuat dan tanda tangan surat di tanda tangan sendiri sama pelaku,” tambah Dirreskrimum.

Kombes Pol. Ilham menuturkan pelaku baru bekerja di salah satu jasa pengetikan dari bulan Mei 2021 dan sudah memalsukan kurang lebih 10 surat. R di tangkap pada Jumat (2/7/2021).

“Pelaku sudah memalsukan kurang lebih 10 surat antigen. Untuk 1 surat Rp100 ribu jadi kalo di total semenjak pelaku bekerja memalsukan kurang lebih 10 surat dengan total keuntungan yang sudah didapatkan pelaku Rp1 juta,” tutur Kombes Pol. Ilham.

Tersangka terjerat pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 268 Ayat (1) KUHP. Pelaku diancam hukuman maksimal 6 tahun.

Terkait kejadian tersebut Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi, S.IK.MH pun meminta kepada masyarakat untuk tidak menempuh jalan pintas atau memalsukan surat rapid. Sebab, lanjuntnya, perbuatan tersebut bertentangan dengan aturan dan program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan melanggar tindak pidana.

“Imbauan kami supaya masyarakat mengikuti aturan pemerintah soal protokol kesehatan jangan kita ambil jalan pintas ini kan namaya kita tidak mendukung progam pemerintah terkait memutus mata rantai Covid-19,” jelas Kombes Pol. Adam. (SM)

Pos terkait