Wagub Lakotani: Pesparani Perkuat Iman, Persaudaraan, dan Harmoni Papua Barat

TELUK BINTUNI – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen yang mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Lakotani menyambut kehadiran seluruh peserta dari berbagai kabupaten sebagai bagian dari perjumpaan iman, persaudaraan, dan kebersamaan dalam membangun Papua Barat yang damai dan harmonis.

Bacaan Lainnya

“Kehadiran saudara-saudara sekalian di Kabupaten Teluk Bintuni bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjumpaan iman, persaudaraan, dan kebersamaan dalam semangat membangun Papua Barat yang damai dan harmoni,” ujar Lakotani.

Ia mengatakan, Pesparani memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan seni suara gereja. Kegiatan tersebut merupakan wadah pembinaan umat, pengembangan talenta, penguatan nilai-nilai Kristiani, serta pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, melalui pujian dan nyanyian rohani, umat diajak semakin mencintai Tuhan, menghayati nilai kasih, membangun persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat.

Lakotani menegaskan, pembangunan manusia tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas iman, moralitas, budaya, serta kehidupan sosial masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat memandang bahwa kegiatan ini adalah bagian yang sangat penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlak mulia,” katanya.

Ia menyebut Papua Barat sebagai rumah besar bagi keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus terus dijaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

Baca Juga:  LP3KD Papua Barat Gelar Musda Penentuan Tuan Rumah Pesparani Katolik V Papua Barat

Nilai toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan persaudaraan, kata Lakotani, menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya Papua Barat.

“Dalam konteks itulah pelaksanaan Pesparani memiliki arti yang sangat strategis. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarumat, memperkokoh kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui musik liturgi dan nyanyian pujian, masyarakat diajak membangun harmoni tidak hanya dalam kehidupan gereja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Lakotani, terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.

“Kami meyakini pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat yang memiliki karakter. Iman yang kokoh dan kepedulian sosial yang tinggi akan menjadi fondasi bagi terwujudnya Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri,” katanya.

Kepada seluruh peserta Pesparani, Lakotani berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati keputusan dewan juri.

Ia berharap peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana pembelajaran, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi di gereja masing-masing.

“Jadikan kemenangan sebagai motivasi untuk terus berkarya. Apabila belum memperoleh hasil yang diharapkan, terimalah dengan lapang dada sebagai bagian dari proses pembinaan,” ujarnya.

Lakotani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Keuskupan Manokwari-Sorong, LP3KD Provinsi Papua Barat, LP3KD Kabupaten Teluk Bintuni, panitia pelaksana, para sponsor, relawan, dan seluruh masyarakat Teluk Bintuni yang telah bekerja keras menyukseskan Pesparani IV Papua Barat.

“Semoga seluruh cerita yang telah diberikan menjadi berkat bagi banyak orang. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat persaudaraan, membangun semangat pelayanan, memelihara kerukunan, dan meneguhkan komitmen bersama membangun Papua Barat yang religius, toleran, inklusif, dan berdaya saing,” katanya. (SM)

Pos terkait