Warga dari Sembilan Kampung Lokal di Distrik Sidey tidak Mau Divaksin

Distrik Sidey
Warga mengantre untuk divaksin pada vaksinasi massal yang digelar PKK, GOW, dan DWP Kabupaten Manokwari di kampung Sidey Jaya, Distrik Sidey, Sabtu (27/11/2021).

MANOKWARI – Dari 12 kampung di Distrik Sidey, ada sembilan kampung lokal yang warganya tidak mau divaksin. Mereka tidak mau divaksin karena terpengaruh dengan hoaks.

Kepala Distrik Sidey, Mirdan Husein, mengatakan dari 12 kampung di Distrik Sidey, sembilan kampung lokal tidak mau mengikuti vaksinasi. Warga yang mau divaksin hanya warga dari kampung nusantarra yakni SP-9, SP-10, SP-11, serta masyarakat pendatang di kampung Waramui dan Meyof.

“Jadi sampai hari sudah 1.838 warga yang sudah divaksinasi ditambah dengan hari ini, maka jumlahnya sudah 2.000-an orang yang sudah divaksin dari total jumlah penduduk Distrik Sidey sebanyak 6.000-an orang,” ungkap Mirdan di sela-sela vaksinasi massal yang dilaksanakan PKK, GOW, dan DWP Kabupaten Manokwari di kampung Sidey Jaya, Distrik Sidey, Sabtu (27/11/2021).

Pihaknya, kata Mirdan, bersama dengan pihak kepolisian dan TNI, sudah melakukan sosialisasi kepada warga di kampung-kampung yang tidak mau divaksin, namun warga tetap tidak mau divaksin.

Menurut Mirdan, warga di kampung-kampung tersebut tidak mau divaksin karena terpengaruh hoaks.

“Mereka menyaksikan berita di televisi, ada yang divaksin dan meninggal. Kami sudah sampaikan bahwa itu karena penyakit bawaan, tapi tetap saja mereka tidak mau divaksin,” pungkasnya.

Salah satu warga Sidey, Sayem, mengaku tidak takut divaksin. Menurutnya, dirinya tidak percaya pada hoaks terkait vaksinasi.

Menurut Sayem, dirinya sudah dua kali divaksin dan semuanya aman. Saat vaksin dosis pertama, diakui ada efeknya, yakni ngantuk dan sering lapar.

“Tapi saya tidak takut,” tegasnya usai divaksin.

Menurutnya, ada warga yang tidak mau divaksin karena takut disuntik. Dirinya sudah menyampaikan bahwa sakit saat disuntik hanya sama seperti digigit semut, tapi tetap mereka takut.

Salah satu pelajar yang mengikuti vaksinasi, Marvelinus Nona, mengatakan baru mengikuti vaksinasi untuk mendapatkan vaksin dosis pertama. Namun dirinya tidak takut divaksin.

Dia juga mengaku mau sendiri untuk divaksin dan orangtuanya juga mengizinkan dirinya untuk divaksin. (SM7)

Pos terkait