MISOOL, RAJA AMPAT – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya sekaligus Dewan Pakar UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat, Yusdi N. Lamatenggo,
dalam lawatannya di Misool Selatan guna verifikasi lapangan persiapan Revalidasi status UGGp Raja Ampat, menyempatkan bertemu langsung dengan para pengelola usaha jasa wisata, khususnya para pengelola homestay lokal di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan dan harapannya agar perkembangan bidang pelayanan jasa wisata di Misool Selatan dapat berdaya saing dan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal Misool.
Pertama, ia mendorong agar Asosiasi homestay Misool dibentuk dan harus menjadi wadah yang menaungi seluruh pelaku usaha jasa wisata di Misool, dimana kedepannya merambah wilayah media sosial melalui website Homestay Misool.
Kedua, perlu adanya peningkatan sumberdaya manusia (SDM) lokal, sehingga tercipta standarisasi pelayanan jasa wisata di Misool. Hal ini karena alam yang indah kini bukan hanya jaminan daya tarik wisata, tapi juga pelayanan yang baik cukup memiliki peran. Sehingga standarisasi dan sertifikasi pelayanan jasa wisata sangat diperlukan di Misool, dan salah satu caranya adalah melalui pelatihan-pelatihan dan sertifikasi.
Ketiga, tentang penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa inggris dapat memberikan impresi yang baik kepada wisatawan asing selain pelayanan yang optimal. Untuk hal ini, beberapa percakapan singkat dan sederhana dapat dilatih dan dibiasakan kepada para pengelola homestay.
Keempat, kuliner khas menjadi nilai tambah keindahan misool. Menurutnya, alangkah baiknya beberapa kuliner khas yang sebelumnya hanya muncul di hari raya, seperti ashida, kue lontar, dan lainnya, dapat menjadi kuliner khas yang selalu dapat dinikmati wisatawan yang datang berkunjung.
Kelima, perlu adanya sarana dan prasarana yang mendukung wisata, khususnya pemanfaatan energi listrik yang baik. Harapannya kedepan untuk misool bisa memaksimalkan penggunaan listrik panel surya
Keenam, standarisasi pengelolaan sanitasi homestay Misool agar mencegah laut Misool dari kemungkinan pencemaran dan limbah rumah tangga.
Ketujuh, pengelolaan dan pemanfaatan sumber air bersih yang mendukung pelayanan jasa wisata di homestay masing-masing.
Kedelapan, promosi dan pemasaran khususnya menggunakan platform media sosial, seperti yang telah dimiliki oleh website stayrajaampat. Kesembilan, memanfaatkan jaringan internet yang bagus dan stabil, seperti menggunakan Starlink.
“Dan kesepuluh, aktif bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya tentang aksesibiltas dan konektivitas transportasi. Semua ini hanya akan tercapai jika kita bersinergi, bersatu dan berkolaborasi bersama, baik pemerintah dan sesama pengusaha layanan jasa wisata homestay di Misool,” tandas Yusdi Lamatenggo. (SM14)






