Dinilai Buruk, Bupati Soroti Kinerja Satpol PP

Apel gabungan Pemkab Manokwari. (Foto:SM3)

MANOKWARI – Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, geram atas kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang akhir-akhir ini dinilai buruk. Pasalnya beberapa insiden yang terjadi di kantor Bupati Manokwari, tidak mendapat pengamanan dari Satpol PP.

“Selama ini kantor ini tidak ada Satpol satupun sampai malam. Jadi saya minta saja, jangan sampai terjadi lagi, karena di pos besar itu tidak ada yang jaga. Kalau ada yang masuk curi barang, siapa yang mau bertanggung jawab. Jadi mau atau tidak mau, kantor ini harus di jaga setiap jam siang dan malam,” beber Demas Paulus Mandacan, dalam apel gabungan Senin (20/1/2020).

Bacaan Lainnya

Saat di konfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Yusuf Kayukatui, mengatakan rendahnya kinerja anggota Satpol PP di setiap pos jaga perkantoran pemkab Manokwari, dipicu minimnya sarana prasarana yang di sediakan, karena dalam DPA Satpol PP tidak disediakan anggaran pengadaan sarana prasarana tersebut.

Kayukatui mengaku sering menggunakan anggaran pribadinya untuk melengkapi sarana dan prasarana di setiap pos penjagaan. Dirinya optimis jika setiap pos penjagaan di lengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, maka anggotanya tidak akan meninggalkan pos. Meski begitu, sebagai bawahan, Kayukatui akan menundaklanjuti instruksi Bupati sebagai pimpinan tertinggi di pemerintah kabupaten Manokwari.

“Sebenarnya itu lancar, cuma di pos itu tidak ada televisi atau dispenser, bagaimana mereka mau betah. Kebutuhan mereka untuk minum teh, terpaksa harus bolak balik rumah dengan pos jaga. Karena kalau di kita DPA tidak ada pengadaan itu, tapi saya pernah beli pakai uang pribadi,” ujar Yusuf.

Baca Juga:  Pembangunan Ikon Manokwari Telan Anggaran Rp1 Triliun, Kantor Staf Presiden Dukung Ide Bupati Hermus

Perlu di ketahui, jumlah anggota Stapol PP Kabupaten Manokwari sebanyak 373 tenaga kontrak, yang berstatus ASN sebanyak 58 dan berstatus honor tetap sebanyak 10 orang. (SM3)

Pos terkait