LMA Papua Barat : Kami Tidak Mau Merdeka, Kami  Hanya Ingin Damai

Pernyataan sikap LMA Papua Barat. (Foto:SM3)

MANOKWARI – Merasa terusik dengan tindakan menyalahi hukum yang dilakukan oleh segelintir oknum, hingga menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat, angkat bicara.

Aksi spontan pun digelar, Sabtu (31/8) yang mana menyatakan 5 point yang secara tegas  menolak segala bentuk tindakan provokatif dan ujaran rasisme serta diskirminasi.

Bacaan Lainnya

Aksi dipusatkan di depan gedung balai kampung Hingk, Distrik Warmare, yang dihadiri sekitar 250 orang anggota LMA.

Aksi yang dipimpin oleh Ketua LMA Papua Barat Maurits Saiba, hadir juga Ketua LMA Kabupaten Manokwari Yusak Dowansiba.

Ketua LMA Kabupaten Pegunungan Arfak, Septunus Mandacan. Ketua BMP Manokwari Yance Mara.

Kepala Kampung Hingk Soleman Saroy, Calon Anggota DPRD Papua Barat, Serkius Saiba dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Pegaf, Oni Nuam.

Ketua LMA Papua Barat mengatakan tindakan provokasi hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan di Papua Barat.

Dirinya mendukung upaya pihak TNI Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mengusut tuntas dugaan rasisme di Surabaya dan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang telah melakukan tindakan anarkis dan pelanggaran hukum, pada kerusuhan 19 Agustus lalu.

Saiba, berharap agar kejadian yang dialami para leluhur di tahun 1965 silam, tidak terulang kembali kepada generasi yang ada saat ini.

Sebagai pemilik tanah Arfak, dirinya hanya menginginkan kedamaian yang tercipta. Karena kehidupan saat ini telah menjadi komitmen, dengan adanya pembangunan di seluruh wilayah tanah Arfak.

Baca Juga:  Pemilu dan Pilkada sudah Dekat, Guru-guru Kabupaten Manokwari Diimbau tidak Berpolitik

“Kami tidak minta merdeka, kami hanya ingin Kemakmuran dan kesejahteraan di tanah Papua ini, kami tidak mau menderita, kami tidak suka provokator, karena kami sudah aman didalam NKRI. NKRI HARGA MATI,” tegasnya. (SM3).

Pos terkait