KOTA SORONG,PBD – Pesawat Garuda Indonesia resmi melakukan uji coba penerbangan dari Darwin (Australia) ke Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO).
Uji coba ini disaksikan langsung anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia, Sabtu (28/2/2026).
“Hari ini kita melihat apa yang selama ini diperjuangkan mulai terwujud. Bandara DEO Papua Barat Daya sudah berstatus internasional, dan kita dorong agar pesawat dari luar negeri bisa mendarat langsung secara rutin,” katanya.
Rico menjelaskan, penerbangan langsung akan sangat memudahkan wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke daerah tersebut. Sebelumnya, wisatawan harus melakukan transit di Jakarta yang membuat waktu liburan mereka berkurang signifikan. Contohnya, wisatawan dengan waktu libur dua minggu bisa kehilangan sekitar dua hari hanya untuk proses transit pulang-pergi.
Papua Barat Daya sendiri memiliki potensi wisata kelas dunia, di antaranya kawasan Raja Ampat, serta destinasi alam di wilayah Tambrauw, Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, dan Maybrat yang dinilai sangat menjanjikan.
Selain sektor pariwisata, Rico menekankan bahwa kehadiran penerbangan internasional akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Kedatangan wisatawan asing diperkirakan akan menghidupkan sektor UMKM, perdagangan oleh-oleh, hingga jasa perbankan.
Meski demikian, ia mengingatkan masih ada sejumlah fasilitas bandara yang perlu segera diperbaiki, terutama area bea cukai yang masih sempit dan hanya didukung satu unit alat X-ray. Peningkatan kapasitas fasilitas kedatangan internasional menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi potensi lonjakan wisatawan asing di masa mendatang.
Rico juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di pintu masuk internasional untuk mencegah masuknya barang ilegal tanpa pajak serta mengantisipasi potensi masuknya penyakit dari luar negeri. Ia berharap pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan gedung bea cukai dan fasilitas pendukung lainnya, sekaligus memastikan pengelolaan bandara berjalan profesional.
Perluasan dan penguatan infrastruktur bandara, tambahnya, merupakan langkah wajib agar status internasional Bandara DEO tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar siap mendukung penerbangan reguler dan pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya.
“Mudah-mudahan dengan persiapan yang ada, ke depan penerbangan internasional reguler bisa segera terwujud,” pungkasnya. (SM)







