Setiap Hari Ada 150-300 Warga Mengurus Surat Pengantar Bepergian

Warga antri untuk mengurus surat pengantar bepergian di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari, Senin (20/4/2020).

MANOKWARI – Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, mengatakan, setiap hari ada 150-300 warga yang mengurus surat pengantar untuk melakukan perjalanan keluar Manokwari. Kebanyakan mereka ingin melakukan perjalanan antarkabupaten di Papua Barat.

“Seperti ke Tambrauw, Pegaf, Bintuni, Mansel, dan Wondama. Kalau keluar provinsi kaitan dengan penerbangan saja. Karena kita tidak bisa memprediksi dia ke Jakarta, atau ke mana-mana,” ujar Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang di Posko Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari, Senin (20/4/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, kebanyakan warga mengurus surat pengangar untuk keperluan mendesak seperti ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal. Ada juga karena ingin mengantar bahan kebutuhan pokok.

“Tapi kalau dilihat dari kebutuhan sehari-hari ini kebanyakan bepergian karena perdagangan seperti antar barang atau kebutuhan mendesak karena sakit atau keluarganya meninggal. Lebih banyak ke situ. Pak Sekda sudah menegaskan kalau hanya kunjungi keluarga saja tidak bisa (bepergian),” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari yang juga Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, mengatakan, pihaknya hanya melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar Kabupaten Manokwari karena keperluan mendesak dan urgen.

“Yang mau pergi lihat anak, yang pergi tengok keluarga stop. Kita utamakan yang urgen-urgen, mereka yang menyuplai sembako, mereka yang mengantar bahan bakar minyak (BBM),” katanya.

Karena hanya memberikan surat pengantar kepada warga karena urusan mendesak, Makatita meminta warga untuk tidak keluar Manokwari bila tidak untuk hal mendesak. Dia juga meminta warga mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan tidak bepergian keluar Manokwari. (SM7)

Baca Juga:  Belum Ada Kebijakan Lockdown di Papua Barat

Pos terkait