MANOKWARI – Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat, memastikan diri maju sebagai bakal calon (balon) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.
Lakotani bahkan telah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Barat terkait rencana tersebut dan mendapatkan dukungan secara terbuka.
“Saya sudah meminta izin kepada bapak Gubernur, dan beliau memberikan keleluasaan kepada semua figur yang merasa mampu, cakap, kompeten serta memiliki integritas untuk maju, termasuk saya,” ungkap Lakotani usai menggelar pertemuan bersama sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) di Inggandi Beach Restaurant, Selasa (7/4/2026) malam.
Lakotani mengaku, dorongan untuk maju datang dari sejumlah pimpinan cabor yang menginginkan adanya perubahan dalam tata kelola olahraga di Papua Barat.
“Saya kebetulan saat ini memimpin cabang olahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Papua Barat. Kemudian saya juga diminta oleh beberapa pimpinan cabor untuk maju,” ujarnya.
Lakotani menilai, selama ini masih terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola olahraga di Papua Barat, terutama dalam hal pembinaan atlet yang belum berjalan maksimal.
Menurutnya, ke depan diperlukan perubahan pendekatan dengan memberikan ruang dan kepercayaan lebih besar kepada masing-masing cabor untuk melakukan pembinaan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kita harus memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada cabang-cabang olahraga untuk melakukan pembinaan. Cabor harus didorong menggelar event-event seperti Piala Gubernur maupun kejuaraan daerah di tiap cabang,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembinaan atlet tidak boleh bersifat instan menjelang event besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Jangan nanti setiap menjelang PON baru kita mencari atlet, apalagi sampai mendatangkan atlet dari daerah lain. Kita harus siapkan atlet dari daerah sendiri agar bisa membawa nama Papua Barat dan menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.
Lakotani menambahkan, kunci keberhasilan pembangunan olahraga terletak pada sinergi antara KONI dan cabor, khususnya dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi.
Ia berkomitmen, jika terpilih nanti, akan mendorong setiap cabor minimal menggelar kejuaraan daerah secara rutin guna melahirkan bibit-bibit atlet potensial.
“Saya berkomitmen memberikan keleluasaan kepada cabor, sehingga minimal dalam satu hingga satu setengah tahun bisa digelar kejuaraan daerah untuk mencetak atlet-atlet berbakat,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Menurutnya, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen untuk membangun infrastruktur olahraga secara bertahap.
“Pemerintah daerah punya komitmen, termasuk rencana pembangunan Sport Center di Susweni. Selain itu, pembangunan SMA Garuda juga sudah mendapat persetujuan dari kementerian,” katanya.
Lakotani berharap, seluruh potensi yang ada dapat didukung bersama agar pengembangan olahraga di Papua Barat semakin maju.
“Ini potensi yang harus kita dukung bersama, sehingga sarana dan prasarana olahraga bisa terus tersedia secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” tutupnya. (SM)







