Tahun 2021 DLHP Manokwari Terima Enam Pengaduan Pencemaran, Dua sudah Ditindaklajuti

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, dan Keanekaragaman Hayati pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang.

MANOKWARI – Di tahun 2021 ini, Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Keanekaragaman Hayati pada Dinas Linngkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, telah menerima enam aduan masyarakat terkait penncemaran. Enam aduan itu yakni pengaduan warga terkait sumur yang diduga tercemar minyak dari Pertamina, pencemaran udara akibat adanya ternak babi di Arowi, pengaduan terkait pencemaran udara akibat ternak ayam di Lembah Hijau, pengaduan dari Sowi, pengaduan polusi udara di Sidey, dan pengaduan terkait ternak babi di Brawijaya.

“Enam aduan masyarakat itu ada yang sudah ditindaklanjuti, yakni di Arowi sudah diadakan verifikasi teknis untuk peternakan dan kini dalam pembenahan pemiliknya. Tetapi untuk Arowi ada pengaduan kembali lagi. Jadi kita sudah tangani tapi ada pengaduan kembali karena dirasa masih ada pencemaran udara dan kita akan turun lagi untuk tahap keduanya,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Keanekaragaman Hayati pada Dinas Linngkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, Kamis (9/9/2021).

Bacaan Lainnya

Sedangkan sumur warga yang diduga tercemar, menurut Lebang, juga sudah ditangani bahkan sudah selesai hasil pemeriksaan laboratorium. Namun dari hasil pemeriksaan laboratorium, hanya ditemukan bakteri dalam air sumur warga dan tidak ada pencemaran limbah.

“Setelah itu yang empat lainnya karena baru pengaduan melalui kepala seksi sudah kami tindak lanjuti berkas yang masuk,” ujarnya.

Menurut Lebang, saat ini pihaknya belum punya aplikasi penngaduan. Oleh karena itu, sejauh ini pengaduan masyarakat disampaikan langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari.

“Sebenarnya tahun ini kita sudah siapkan untuk aplikasi pengaduan dengan teknologi yang ada, tapi karena kondisi keuangan, sehingga kita pemberkasan manual di kantor. Atau dengan informasi-informasi, termasuk informasi di media sosial, tapi tetap ditindaklanjuti dengan administrasi karena itu sebagai bahan bukti fisik,” sebutnya.

Tahun ini, lanjut Lebang, akan mulai membenahi administrasi pengaduan. Sementara pengaduan yang sudah disampaikan masyarakat, diharapkan dapat ditangani semuanya di akhir tahun

“Yang jelas sudah dua dari enam pengaduan yang kita tangani dan empat sisanya nanti kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” tegasnya.

Diakui Lebang, saat ini masyarakat sudah mulai paham terkait pengaduan pencemaran. Pengaduan-pengaduan tersebut sebagai bentuk kerja sama yang baik dari masyarakat untuk melihat persoalan lingkungan yang terjadi saat ini.

Lebang juga meminta agar jika ada masyarakat yang ingin melaporkan masalah pencemaran bisa disampaikan langsung ke kantor DLHP Kabupaten Manokwari. Sebab sejauh ini belum ada aplikasi pengaduan.

“Pengaduan disampaikan dengan melampirkan identitas diri dan bukti pencemaran berupa foto dan video singkat,” pungkasnya. (SM7)

Pos terkait