Tingkatkan SDM Nakes, Pemkab Manokwari Jalin Kerja Sama dengan Stikes Papua

Penandatanganan kesepakatan antara Bupati Manokwari, Hermus Indou, dengan Ketua Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, Jumat (28/01/2022).

MANOKWARI – Pemkab Manokwari menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Papua. Kerja sama ini dimaksudkan guna meningkatkan kualitas SDM tenaga kesehatan (Nakes).

Kerja sama Pemkab Manokwari dengan Stikes Papua ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Bupati Manokwari, Hermus Indou, dengan Ketua Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim. Penandatanganan kerja sama dilaksanakan Jumat (28/01/2022) diruang kerja Bupati Manokwari.

Bacaan Lainnya

Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan mengatakan Pemkab Manokwari menyambut baik dan mendukung upaya kerja sama Pemkab Manokwari dengan Stikes Papua untuk pengembangan SDM kesehatan di Kabupaten Manokwari. Menurut Hermus, ada banyak masalah kesehatan dan juga kebutuhan terkait pelayanan kesehatan. Pemkab Manokwari, lanjutnya, tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

“Dibutuhkan orang lain. Termasuk stakeholders pembangunan yang punya kapasitas dan kompetensi juga punya tugas pokok dan fungsi yang relevan dengan permasalahan di daerah ini, sehingga semua pihak berkontribusi untuk bagaimana menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi dan ikut berpartisipasi di dalam memajukan daerah ini bersama-sama,” katanya.

Hermus juga mengakui bahwa sumber daya manusia (SDM) baik SDM masyarakat secara umum maupun SDM ASN, termasuk tenaga kesehatan di Kabupaten Manokwari dari sisi jumlah dan kualitas masih terbatas. Oleh karena itu, SDM masih harus ditingkatkan.

“SDM aparatur, termasuk tenaga kesehatan kita tingkatkan jauh lebih baik supaya berdampak pada peningkatan SDM masyarakat secara menyeluruh. Kalau ini kita bisa lakukan saya kira masalah IPM (Indkes Pembangunan Manusia) bukan masalah yang mustahil bagi kita. Walaupun data BPS bahwa untuk Kota Sorong dan Manokwari IPM-nya tertinggi di Papua Barat, tapi kita harus jujur bahwa di balik IPM yang kita capai itu tidak berbanding lurus dengan kondisi objektif daerah yang dihadapi. Kita masihh punya kekurangan di sana-sini yang perlu dibenahi secara bersama-sama,” tegasnya.

Pengembangan SDM, lanjut Hermus, juga berdampak positif terhadap pengembangan karier dan kompetensi ASN yang bersangkutan guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan di di Puskesmas dan rumah sakit.

Ketua Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, berharap institusi pendidikan kesehatan dan pemerintah daerah saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan. Karena itu, diharapkan pula ada kesepakatan kerja sama dan sharing dana dari pemerintah daerah untuk membiayai perkualiahan tenaga kesehatan.

“Pergumulan kami dan teman-teman di Manokwari itu sudah lama mereka perjuangkan dengan harapan program S-1 kesehatan kalau boleh segera ada di Manokwari sebagai tempat di mana hadirnya provinsi di Papua Barat ini karena ada pengembangan industri kesehatan seperti rumah sakit, apotek, atau klinik praktik swasta. Semua ini membutuhkan tenaga yang siap pakai. Lebih dari itu, putra-putri yang terlibat dan mereka yang kuliah adalah anak-anak Manokwari sendiri dan kabupaten sekitar yang sudah lama mengabdi,” pungkasnya. (SM)

Pos terkait