MANOKWARI – Mendapat dukungan dari sejumlah insan olahraga di Papua Barat, Prof. Roberth K.R. Hammar memastikan diri maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional KONI Papua Barat, Periode 2026-2030.
Terkait hal tersebut, Prof. Roberth K.R. Hammar menyampaikan kepemimpinan dalam organisasi bukanlah hal baru bagi dirinya. Ia menegaskan telah memiliki pengalaman panjang dalam memimpin berbagai organisasi, baik di bidang sosial-politik, seni budaya, maupun profesi, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
“Bagi saya, memimpin organisasi, termasuk menakhodai KONI Papua Barat, bukan hal yang baru. Saya telah melalui berbagai pengalaman kepemimpinan di banyak sektor dan level,” ujarnya.
Dalam dunia olahraga, rekam jejak Prof. Hammar terbilang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Manokwari, Ketua Komisi Kehormatan KONI Provinsi Papua Barat pada masa kepemimpinan Gubernur Abraham O. Atururi, serta Ketua Pengurus Daerah Panahan Papua Barat yang berhasil menyumbangkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Kalimantan Timur.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Sekretaris panitia tinju, ketua panitia PORSENI Mahasiswa se-Tanah Papua, serta Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia Papua Barat.
Dengan pengalaman tersebut, Prof. Hammar dinilai oleh insan olahraga memiliki kapasitas leadership yang memadai untuk membawa perubahan dalam tata kelola organisasi olahraga di Papua Barat ke depan.
Hammar menegaskan, jika diberikan amanah, dirinya akan melakukan reformasi sekaligus transformasi dalam sistem kerja KONI menuju pembinaan olahraga yang lebih profesional.
“KONI harus memberikan kepercayaan penuh kepada Pengda cabang olahraga, tetapi disertai dengan instrumen pengawasan teknis dan keuangan yang ketat. Dengan demikian, pembinaan atlet menjadi terukur, berkelanjutan, dan menghasilkan prestasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya reformasi manajemen atlet yang transparan dan berbasis sistem pembinaan jangka panjang. Menurutnya, prestasi olahraga tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses bertahap, periodik, dan berkelanjutan yang berakar pada potensi putra-putri asli Papua Barat.
Ia juga mengingatkan agar praktik “pembelian atlet” demi mengejar prestasi instan dihindari, karena dinilai tidak memberikan dampak positif terhadap ekosistem pembinaan olahraga daerah.
Dalam visinya, sinergitas menjadi kunci utama. Ia menilai bahwa hubungan harmonis antara KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, Pengcab, pemerintah daerah, sektor swasta, serta lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi merupakan prasyarat penting dalam menciptakan prestasi olahraga yang berkelanjutan.
“Sinergitas adalah keniscayaan. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu visi besar: membangun olahraga Papua Barat yang berprestasi dan bermartabat,” tegasnya.
Meski demikian, Prof. Hammar mengaku bahwa keinginannya untuk maju bukan berasal dari ambisi pribadi, melainkan dorongan kuat dari masyarakat olahraga itu sendiri.
“Kalau ditanya apakah saya secara pribadi berkeinginan maju, jawabannya tidak. Tetapi jika insan olahraga menghendaki dan memberikan kepercayaan, maka saya siap sangat siap,” ungkapnya.
Dengan menguatnya dukungan dari berbagai elemen olahraga, nama Prof. Roberth K.R. Hammar diprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat dalam kontestasi Ketua Umum KONI Papua Barat mendatang. Dinamika ini sekaligus mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap lahirnya kepemimpinan olahraga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. (SM)






