FGD Awal Pembahasan Blue Coast Economy Raja Ampat Kerjasama PRL KKP dan IFAD

FGD awal menjaring berbagai masukan dan potensi Raja Ampat untuk program Blue Coast Economy, Kamis (20/12/2025)

RAJA AMPAT – Ditjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) atau Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan para pemangku kepentingan dalam sektor perikanan dan pariwisata beserta Pemda Raja Ampat diruang rapat Kantor BLUD – UPTD KKP Raja Ampat, Kamis (20/11/2025)

 

Bacaan Lainnya

Membuka FGD mewakili Bupati, Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan, Wahab Sangaji menyampaikan terima kasihnya kepada Ditjen PRL KKP yang telah bekerjasama dengan IFAD untuk merampungkan bantuan pendanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui rencana program Indonesia Blue Economy for Coastal Livelihoods di rentang 2027 – 2031, dimana Raja Ampat melalui Provinsi Papua Barat Daya, termasuk dalam 6 Provinsi penerima manfaat anggaran, yakni Aceh, Kep Riau, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya.

“Harapan kami, semakin membuka kesempatan masyarakat lokal Raja Ampat dapat mengakses teknologi ramah lingkungan dalam komitmen mendukung pengembangan pemanfaaatan sektor perikanan yang berkelanjutan,” harap Wahab Sangaji.

Diitemui awak media usai FGD, perwakilan Ditjen PRL KKP, Rifka Nur Anisah, menjelaskan bahwa tujuan kerjasama PRL KKP dan IFAD ini bertujuan diantaranya untuk meningkatkan kualitas penataan kawasan, meningkatkan ekonomi masyarakat, mendorong pengelolaan perikanan dan kelautan, menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan lingkungan dan meningkatkan ketangguhan pesisir.

Perwakilan Ditjen PRL KKP, Rifka Nur Anisah

Selain itu, harapannya, setelah terimplementasi, program Blue Coastal ini mampu mendorong peningkatan pendapatan bagi produsen dan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di wilayah tersebut dalam sektor ekonomi. Lalu dalam sektor sosial, yakni meningkatkan standar hidup masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian dalam sisi lingkungan, yaitu menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian lingkungan dan mendukung penggunaan SDKP yang berkelanjutan.

Baca Juga:  BKKPN Kupang Satker R4 Ajak Anak-anak Muda Kampung Mutus Tanam 2.500 Bibit Mangrove Dipesisir Kampung

“Kami sedang menyusun grand design untuk program Blue Coast Raja Ampat yang setelah dari sini akan kami analisis di pusat, potensi Raja Ampat dalam perikanan, budidaya dan pariwisata ini, kami anggap penting untuk mengimplementasikan konsep ekonomi biru sesuai arahan bapak presiden, dan juga audiensi bapak Bupati saat berkunjung ke KKP beberapa waktu lalu,” papar Rifka Nur Anisah. (SM14)

Pos terkait