FGD ke-3 RIDPN ITMP Raja Ampat, 3 Skenario Pengembangan Pariwisata Topik Utama

Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan saat menutup FGD 3 pembahasan Dokumen RIDPN ITMP Kabupaten Raja Ampat

WAISAI, RAJA AMPAT – Focus Group Discussion (FGD) dalam penyusunan dokumen Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) dan Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Raja Ampat dilanjutkan kembali dalam sesi yang ke-3 dan dilaksanakan di Aula Kantor BP4D Kabupaten Raja Ampat, Selasa (20/09/2022) kemarin.

Materi pembahasan pada FGD 3 ini adalah; daya dukung dan daya tampung wilayah, proyeksi pertumbuhan, skenario dan pentahapan pembangunan, tema produk wisata di Key Tourism Area (KTA)

Setelah serangkaian Zoom meeting, FGD 1 dan FGD 2 dan pembahasan-pembahasan lainnya lalu FGD 3 ini, fokus utama dokumen RIDPN dan ITMP Raja Ampat semakin jelas, yaitu mengarah pada 3 pilihan alternatif Skenario pengembangan pariwisata Raja Ampat, pertama Skenario Cenderawasih dengan Gerbang Dampier Sebagai Kunci, bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas. Skemanya adalah pemerataan bertahap sesuai dengan tingkat perkembangan eksisting (dari yang terendah). Skenario kedua adalah Skenario Black Marlin dengan skema pembangunan pemerataan serempak, dengan fokus pembangunan sesuai kebutuhan atau isu strategis di tiap wilayah. Lalu alternatif yang ketiga adalah Skenario Perahu Tradisional, skemany adalah pembangunan dan pemenuhan kebutuhan pariwisata dilakukan bersamaan diseluruh KTA.

Selanjutnya, konsep pemerataan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Raja Ampat sendiri nantinya akan memiliki hirarki sebagai berikut; rehabilitasi sumberdaya, pemberdayaan masyarakat, penyediaan prasarana dasar pemukiman, penataan transportasi yang kemudian mempertimbangkan aspek-aspek prioritas atau yang palinh dibutuhkan oleh masing-masing KTA, yakni KTA Selat Dampier, KTA Wayag, dan KTA Misool.

Produk Wisata Utama Raja Ampat dibagi dalam kategori-kategori Daya Tarik Wisata (DTW) yakni; Cagar Budaya sebanyak 7 DTW, Danau sebanyak 2 DTW, Air Terjun sebanyak 3 DTW, Hutan sebanyak 3 DTW, Minat Khusus sebanyak 2 DTW, Pantai sebanyak 18 DTW, Pulau 18 DTW, Sungai sebanyak 1 DTW, Wisata Religi sebanyak 1 DTW, Pengamatan Burung sebanyak 12 DTW, Bentang Alam Karst sebanyak 34 DTW, Desa Wisata Sebanyak 40 DTW, Diving sebanyak 105 DTW, dan Snorkeling 28 DTW.

Menutup FGD ke-3 ini, Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Raja Ampat, Wahab Sangaji berharap dokumen RIDPN dan ITMP ini dapat segera disahkan pada tahun ini agar segera dapat direalisasikan dan pembangunan pariwisata Raja Ampat dapat segera berjalan.

“Dan kedepannya, dokumen ini dapat juga dimasukkan dalam berkas RTRW Kabupaten Raja Ampat yang sedang dibahas,” Tutup Wahab Sangaji. (SM14)

Pos terkait