Meriahkan HUT, Dekranasda Manokwari Gelar Lomba Dance Kontemporer, Yospan, Fashion Show, dan Pameran UMKM

Manokwari – Memeriahkan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-44 tahun 2024, Dekranasda Kabupaten Manokwari akan menggelar lomba dance kontemporer, Yosim Pancar (Yospan), dan fashion show dengan total hadiah lebih dari Rp100 juta.

Selain lomba, diadakan juga pameran UMKM pangan dan non-pangan.

Bacaan Lainnya

Lomba dan pameran UMKM ini akan dilaksanakan selama tiga hari yakni pada 18-20 April 2024 di Manokwari City Mall (MCM).

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menjelaskan bahwa lomba dance kontemporer, Yospan, dan fashion show untuk kategori umum.

“Untuk lomba dance kontemporer musiknya bebas sesuai kreativitas peserta, busana juga bebas. Setiap tim diberi waktu 5-7 menit,” katanya.

Untuk lomba Yospan, menurut Febelina, setiap regu maksimal 12 orang, dengan lagu wajib Waisamba dan lagu pilihan adalah Tabura Emas Vol. 1.

“Untuk lomba Yospan ini juga peserta wajib siapkan deskripsi atau sinopsis,” ujarnya.

Sementara untuk lomba fashion show, lanjut Febelina, peserta harus berusia 15 tahun ke atas, wajib berbusana batik Papua kontemporer, dan durasi penampilan setiap peserta 3 menit.

“Untuk peserta yang mau mengikuti lomba dan pameran silakan mendaftar pada panitia di galeri Dekranasda Kabupaten Manokwari,” tukas Febelina.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Manokwari, Ferdy Lalenoh, menambahkan bahwa lomba dan pameran bertujuan menjaring bakat-bakat potensial di bidang seni tari, seni rupa, dan seni ukir yang akan didorong untuk mewakili kabupaten Manokwari pada even-even di tingkat daerah maupun nasional.

Baca Juga:  Tertinggi di Papua Barat, Bupati Hermus Minta PKK Kabupaten Manokwari Bentuk Rumah Gizi untuk Tangani Stunting

“Tentu kita mencari yang terbaik dari segi produk misalnya UMKM pangan harus yang kualitas dan kemasannya sudah berstandar dan memiliki izin Balai POM dan tentunya bersertifikat halal. Kemudian untuk pelaku seni tentu kami juga melihat bibit-bibit di bidang seni tari baik tari tradisional Yosim Pancar dan tari modern seperti dance kontemporer maupun fashion show, sehingga nantinya dapat terus dikembangkan,” ungkapnya.

Lomba dan pameran, tambah Lalenoh, selain sebagai wujud pemberdayaan potensi kaum muda juga untuk mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya yang tentunya selaras dengan visi dan misi Pemkab Manokwari dalam mengembangkan perekonomian masyarakat yang mandiri dan produktif berbasis kreativitas potensi lokal dan sumber daya alam. (SM7) 

Pos terkait