Peringatan HUT Pattimura, Dominggus Mandacan Ajak Anak-anak Maluku Dedikasikan Karya Harumkan Negeri Asal

FOTO BERSAMA: Sesepuh keluarga Maluku, Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani serta Bupati Manokwari, Hermus Indou, foto bersama tokoh masyarakat Maluku pada peringatan HUT Pattimura, Senin (16/05/2022).

MANOKWARI – Pada 205 tahun yang lalu, Kapitan Pattimura dan rekan-rekannya bersama rakyat Maluku menorehkan kisah besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dengan merebut dan menduduki Benteng Durstede. Semangat dan kisah kepahlawanan pattimura harus tertanam dalam sanubari seluruh masyarakat Maluku di manapun berasa, khususnya di Manokwari, Tanah Papua.

“Janganlah kita lupakan sejarah perjuangan Kapitan Pattimura. Patrikanlah itu dalam sanubari kita semua. Tuturkanlah itu kepada generasi kita selanjutnya aagar mereka tahu dan bangga sebagai anak Maluku dan bangga sebagai anak Indonesia,” kata sesepuh keluarga Maluku di Papua Barat, Dominggus Mandacan, pada peringatan HUT Pattimura ke-205 yang digelar masyarakat Maluku di Manokwari, Senin (16/05/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Dominggus, sikap kepemimpinan, integritas, rela berkorban, dan pantang menyerah adalah sikap-sikap yang ditunjukkan Pattimura. Sikap-sikap itu hendaklah menjadi standar hidup baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Dominggus berharap, rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Pattimura sejak 13 Mei lalu menjadi perekat dari sekat-sekat yang selama ini menjadi pemisah anak-anak Maluku, sekaligus menjadi pertanda kebangkitan anak-anak Malu ku untuk terus bersatu, sehingga memberikan sumbangsih dalam pembangunan di daerah ini.

“Sebagai sesepuh keluarga Maluku, saya perlu mengingatkan basudara semua marilah sebagai anak-anak Maluku rapatkan barisan, dedikasikan semua karya dan abdi demi harumnya negeri asal kita, Maluku,” ujarnya.

Menurut Dominggus, sebelum meninggal di tiang gantungan, Pattimura berseru “Pattimura-Pattimura tua boleh mati, tetapi sekali kelak pattimura-Pattimura muda akan bangkit dan melawan”. Semangat itu harus menjadi pelecut semangat masyarakat Maluku.

“Perjjuangan sekarang bukanlah perjuangan melawan penjajah tetapi justru melawan egoisme dalam diri kita, melawan egoisme kerukunan, melawan egoisme kampung. Jadi sangkallah itu semua, terus berjuang dan bersaing dengan suku-suku lain di segala bidang, terutama dalam membangun Papua,” tegasnya.

Dominggus juga mengimbau masyarakat Maluku dari tiga tungku yakni Maluku Utara, Ambon Maluku Tengahh, dan Maluku Tenggara Raya untuk bersatu menatap masa depan.

“Jagalah kerukunan hidup antar-suku, agama, dan golongan. Manokwari adalah tempat kita mengabdi dan berkarya serta Manokwari adalah hidup dan mati kita. Ingatlah kata pepatah ‘Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung. Hargailah Tanah Papua, junjunglah kearifan lokalnya,” pungkas Dominggus.

Hadir juga pada peringatan HUT Pattimura yakni Mohammad Lakotani yang juga sesepuh keluarga Maluku di Papua Barat, pimpinan DPRD Manokwari, Forkopimda Manokwari, serta masyarakat Maluku di Manokwari. (SM7)

Pos terkait