WAISAI, RAJA AMPAT – Pada pertengaham Agustus 2026, Raja Ampat akan menerima kunjungan tim Assesor dari UNESCO untuk me-revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) yang telah disandang oleh Raja Ampat selama empat tahun terakhir. Rapat persiapan pun digelar Pemkab Raja Ampat dipimpin Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, Jumat (12/06/2026)
Mendengar paparan tentang proses sejauh mana persiapan yang telah dilakukan oleh Badan Pengelola (BP) Geopark Raja Ampat oleh General Manager (GM) Geopark Raja Ampat, Klasina Rumbekwan, Bupati langsung menanggapi dengan segera membahas 6 poin rekomendasi tim Assesor sebelumnya, dimana dari sekitar 16 poin penjabaran tindak lanjut, tersisa 9 poin yang belum terealisasi. Dalam rapat tersebut dirinya segera memberikan arahan kepada OPD-OPD terkait agar dapat mengalokasikan program yang berhubungan sehingga poin-poin tindak lanjut rekomendasi dapat segera terealisasi sebelum kedatangan tim Assesor UNESCO di bulan Agustus mendatang.
“Saya minta kita segera perbanyak kolaborasi dan koordinasi antar mitra dan OPD teknis. Kita tentunya tidak ingin turun status, atau malah kehilangan status dari UNESCO ini. Kita harus cepat karen waktu kita terbatas,” tegas Bupati.
Diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Muhidin Tafalas, bahwa berbagai mitra-mitra pemerintah telah menawarkan bantuan dan program terkait yang dibutuhkan dalam poin-poin rekomendasi, seperti KI, YKAN dan FFI Tanah Papua. Ia berharap nantinya program-program kerja yang terkait dengan Geopark Raja Ampat dapat diselesaikan bersama dan bekerjasama.
“Istilahnya kita ‘keroyok sama-sama’ sehingga tidak ada dobel kerja yang menyia-nyiakan waktu dan hasilkan rekomendasi-rekomendasi menyelesaikan termasuk dalam cagar biosphere,” jelas Muhidalan Tafas. (SM14)






