Rangkaian Quartal Ke-2 Proyek Paket 3 COREMAP CTI di Raja Ampat, YRCI Awali Dengan Sensus Pari Manta

  • Whatsapp
Manajer Proyek COREMAP CTI Paket 3, Riyan Heri Pamungkas saat memotret corak hitam yang merupakan unique ID Pari Manta sebagai aktivitas sensus Pari Manta, dengan lokasi adalah Spot Diving Manta Ridges, KKPD Selat Dampier.

SELAT DAMPIER, RAJA AMPAT –  Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI) sebagai penanggung jawab proyek paket 3 COREMAP CTI dalam program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang dibiayai World Bank melalui BAPPENAS RI ini melanjutkan program quartal ke-2 mereka dengan mengawalinya melalui kegiatan Sensus Pari Manta di 3 lokasi di Raja Ampat, Kamis (25/11/2021)

Kegiatan Paket 3 COREMAP CTI ini berfokus pada Implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) jenis terancam, seperti Hiu, Paus dan Pari Manta. Hal ini karena Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 4 tahun 2014 tentang penetapan perlindungan penuh pada tiga spesies ini, dan IUCN pun telah menetapkan Pari Manta dalam keadaan punah. Di Raja Ampat sendiri, populasi Pari Manta ini menurun akibat perburuan dan bycatch atau tangkapan sampingan, yang kemudian dagingnya dikonsumsi oleh masyarakat lokal dan insangnya diekspor ke luar negeri.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Manajer Proyek COREMAP CTI paket 3, Riyan Heri Pamungkas, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dari tanggal 23 hingga 29 November ini secara umum terdiri atas kegiatan sensus Pari Manta, lalu tagging atau penandaan satelit dan akustik Pari Manta dengan receiver yang telah dipasang sebelumnya, kemudian uji coba lampu LED dan mitigasi bycatch atau tangkapan sampingan yang sering dialami nelayan Raja Ampat. Kegiatan yang hampir sepenuhnya dilakukan diatas speedboat ini juga menggunakan drone agar mampu mencakup area yang luas saat mencari keberadaan Pari Manta di tiga lokasi, yakni Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat, SAP Waigeo Barat, dan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Selat Dampier.

“Ini sudah tahapan kelima dalam quartal kedua yang kami mulai bulan Mei 2021 lalu. Di Raja Ampat ini, kami awali dengan sensus Pari Manta,”ujar Riyan Pamungkas kepada awak media.

Disalah satu spot diving yang terkenal dengan arus kuatnya, yaitu Manta Ridge’s, Ia dan sejumlah penyelam lain berhasil mendokumentasikan dan memotret ID Pari Manta yang adalah corak hitam di sisi bagian insang mereka. Menurutnya, setiap corak ini berbeda satu dan lainnya, sehingga membuat Pari Manta dapat dikenal jika kembali ditemukan. Di spot diving ini, terdapat tujuh ekor Pari Manta jenis Mobula Alfredi, atau Pari Manta Karang, dimana salah satu Pari Manta yang berhasil difotonya itu memiliki lebar sekitar 4 meter.

“Di Manta Ridges, kami temukan tujuh ekor Pari Manta Karang lagi melakukan aktivitas clearing. Sensus yang kami lakukan adalah dengan melakukan pengambilan foto corak hitam diantara insang mereka, yang digunakan sebagai identitas unik atau unique ID,” jelas Riyan Pamungkas.

Rangkaian kegiatan yang melibatkan sejumlah awak media ini, berikutnya akan dilanjutkan dengan tagging dan uji coba LED untuk mitigasi bycatch yang difokuskan di sekitar perairan Kampung Salio dan Kepulauan Wayag. (SM14)

Pos terkait