Tersangka Kerusuhan di Papua Barat Bertambah

Kapolda, Ditkrimum, dan Humas Polda Papua Barat dalam acara Coffee Morning bersama Insan Pers. (Foto : SM3)

MANOKWARI – Terkait kerusuhan yang terjadi di Papua Barat pekan lalu, hingga kini pelaku kriminalitas dan rusuh yang ditetapkan sebagai tersangka terus bertambah.

Hal itu diungkap Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Roberth da Cozta, saat gelaran Coffee Morning, Rabu (27/8) pukul 11.00 WIT.

Bacaan Lainnya

Secara rinci, Kombes Pol. Roberth da Cozta, menjelaskan bahwa untuk Manokwari ada 12 Laporan Polisi (LP), dengan 7 orang tersangka.

Diantaranya pengrusakan dan pembakaran Pabrik Abon Gulung sebanyak 1 orang inisial BW. Pembakaran mobil sebanyak 1 orang inisial ASK.

Pembobolan ATM sebanyak 2 orang inisial MA dan DA, pembakar bendera Merah Putih sebanyak 1 orang inisial AI, dan pelaku penjarahan conter penjualan handphone Emon Store sebanyak 2 orang inisial MS dan YS.

Sementara itu, untuk di kota Sorong diketahui ada 10 Laporan Polisi (LP), namun baru 1 tersangka berinisial KW (20) yang ditetapkan.

Di Kabupaten Fakfak terdapat 4 Laporan Polisi (LP) dan seluruhnya masih dalam tahap penyelidikan.

Terkait penanganan kasus pasca kerusuhan, ada sekian banyak tempat yang menjadi TKP.

“Manokwari ada 12 LP ditetapkan 7 tersangka yakni  pembakaran Hawai Bakery 2, Bendera 1, ATM 2, Emon Store 1, bakar mobil 1. Kalau Sorong baru 1 dari 10 LP, yaitu tersangka pengrusakan lapas. Fakfak ada 4 LP, dan semua masih lidik,” tandas Kombes Pol. Roberth da Cozta.

Sebelumnya, tersangka yang ditetapkan untuk Manokwari 3 orang, jika memenuhi alat bukti tersangka dipastikan akan bertambah. (SM3)

Baca Juga:  DLHP Manokwari Bersama KPTH-PB Programkan Festival Tanaman Hias

Pos terkait