MISOOL, RAJA AMPAT – Program Rumah Ikan yang telah dipasang di perairan laut Misool oleh Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Kawasan Konservasi Perairan Laut Raja Ampat pada 13 Agustus 2025 lalu, kini telah dilakukan monitoring rutin untuk ketiga kalinya, Rabu (14/01/2026)
Monitoring dimaksudkan untuk memastikan Program Rumah ikan yang telah dipasang enam bulan lalu berfungsi dengan baik dan dalam kondisi optimal. Dimana dalam berita sebelumnya oleh media ini, terdapat 25 unit yang disebut pohon ikan terpasang dalam sistem Rumah ikan dalam area seluas 250mX250m. Sistem Rumah Ikan ini terdapat tiga buah didalam perairan Misool dengan kedalam maksimal adalah 50 meter.
Salah satu penyelam tim monitoring, Imanuel Mofu, menjelaskan ikan-ikan bernilai ekonomis tinggi seperti kelompok ikan Kerapu atau Kakap, lalu kelompok ikan Pelagis besar, dan ikan-ikan lainnya yang sering dimanfaatkan oleh nelayan Misool. Menurut Manu, sapaan akrabnya, ikan-ikan ini telah terlihat ramai dan mulai tersebar merata diseluruh unit rumpon yang terdapat dalam sistem rumah ikan yang terpasang.
“Ikan-ikan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan Misool setelah diresmikan nanti,” ujar Manu
Informasi yang dihimpun awak media, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau akan meresmikan pemanfaatan Program Rumah Ikan ini bersama para nelayan Misool. Lalu beliau juga direncanakan akan meresmikan Sanggar Budaya Kampung Tomolol, kemudian pelepas liaran kembali Hiu Tutul hasil Program Stegostoma Tigrinum Augmented and Recovery (StAr) Project. (SM14)





