Wagub PBD Lepasliarkan Hiu ‘Nasrau’ di Pantai Kalig Misool Selatan

Wagub Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau saat akan melepas Hiu zebra hasil proyek StAR Indonesia ke-52 yang diberi Nasrau di Pantai Kalig, Misool Selatan, Kamis (15/01/2026)

MISOOL, RAJA AMPAT – Stegostoma tigrinum Augmentation and Recovery (StAR) Project atau Proyek Augmentasi dan Pemulihan Stegostoma tigrinum oleh ReShark yang dimulai untuk proyek Indonesia di Raja Ampat ditahun 2020 terus berbuah keberhasilan dalam upaya melestarikan populasi Hiu Zebra di Raja Ampat, dimana untuk pelepasliaran individu yang ke-52 yang diberi nama Nasrau, dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau di Pantai Kalig, Misool Selatan, Kamis (15/01/2026)

Sebagaimana dilansir melalui situs resmi ReShark, proyek StAr adalah program konservasi global yang sangat penting, dipimpin oleh ReShark dan para mitranya, yang berfokus pada pengenalan kembali Hiu zebra (hiu macan tutul Indo-Pasifik) hasil penangkaran dengan keanekaragaman genetik ke daerah-daerah seperti Raja Ampat, Indonesia, dan Thailand.

Bacaan Lainnya

Hal ini dimaksudkan untuk memerangi penurunan drastis akibat penangkapan ikan berlebihan dan hilangnya habitat dengan menciptakan populasi yang mandiri untuk memulihkan keseimbangan ekosistem laut. Upaya perintis ini menggunakan keahlian dari akuarium dan pemerintah untuk mengembalikan spesies yang terancam punah ini ke alam liar, dan berfungsi sebagai model untuk pemulihan hiu yang lebih luas

Di Raja Ampat, StaR Project Indonesia yang berupaya untuk pelestarian Hiu Zebra ini dilaksanakan didalam area Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), sehinga BLUD UPTD KKP Raja Ampat sebagai bentuk kolaborasi, aktif mendukung semenjak proyek ini dimulai ditahun 2020 hingga sekarang

Perwakilan ReShark, Nesha Ichida menjelaskan bahwa pembaharuan informasi tentang Hiu zebra ini per Januari 2026 adalah 164 telur Hiu zebra telah dibawa ke Raja Ampat, 122 individu telah menetas dilokasi nursery atau area pengembangbiakan, dan 51 ekor Hiu dengan ukuran rata-rata 100cm dan telah dipasang penanda RFID (Radio Frequency Identification) atau perangkat kecil berisi chip dan antena yang menempel pada objek untuk identifikasi dan pelacakan otomatis menggunakan gelombang radio.

Baca Juga:  Dandim Raja Ampat Pimpin Upacara Pemakaman Sertu Anumerta Miskael Rumbiak 

“Target kami adalah lima ratus anakan hiu belimbing dilepas liarkan di Raja Ampat, jadi ini baru 10%, dan yang ke-52 ini adalah Hiu yang tekah diberi tanda dan nama Nasrau,” jelas Nesha Ichida.

Sebelum melepas si Hiu Nasrau, Wagub PBD dalam arahan singkatnya berterima kasih atas upaya pelestarian Hiu zebra di Raja Ampat oleh ReShark bersama Yayasan Misool Ekosistem Regenerasi dan BLUD UPTD KKP Raja Ampat. Ia berharap dengan upaya-upaya bersama ini dan juga keterlibatan masyarakat dengan melibatkan generasi muda ini akan membuat Raja Ampat juga terkenal dengan kepedulian masyarakat dalam menjaga populasi Hiu zebra.

“Kedepan, kita berharap, selain pariwisata, Raja Ampat pun terkenal karena masyarakatnya dan berbagai pihak yang peduli dengan pelestarian Hiu zebra,” Harap Wagub PBD. (SM14)

Pos terkait