Apel Perdana 2026, Bupati Refleksi Kinerja 2025 

Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam saat memimpin Apel perdana tahun 2026, Senin (05/01/2026)

WAISAI, RAJA AMPAT – Memimpin langsung apel perdana ditahun 2026, Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, menggunakan kesempatan awal ini untuk mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Raja Ampat untuk mengevaluasi dan merefleksi sekilas kinerja yang telah dilaksanakan setahun bersama masa kepemimpinannya ditahun 2025 yang lalu. Apel tersebut dilaksanakan dilapangan apel Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (05/01/2026)

Memulai arahan awalnya, Bupati mengapresiasi Kehadiran ASN dan pimpinan OPD yang cukup banyak pasca libur panjang perayaan natal dan tahun baru. Ia mendorong agar semangat dan etos kerja ini dapat terus dijaga hingga pergantian tahun lainnya kedepan.

Bacaan Lainnya

Lalu, ia pun mulai mengevaluasi beberapa pelaksanaan pelayanan OPD yang dinilainya belum optimal dan terkesan jalan ditempat, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pengelola Perbatasan Daerah, serta Bappeda Raja Ampat. Ia menegaskan agar ditahun 2026 ini agar lebih aktif memanfaatkan kesempatan kerjasama dengan kementerian terkait masing-masing untuk meningkatkan dukungan pembangunan di Raja Ampat.

Bupati pun menambahkan agar Dinas PU melakukan pengontrolan dan perawatan jalan serta penyelesaian tempat dan rumah ibadah yang telah lama terbengkalai bertahun-tahun serta mendukung Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan fasilitas kesehatan yang belum selesai di kampung-kampung, seperti Puskesmas dan lainnya.

“Di tahun 2026 ini, saya ingin kita melanjutkan perubahan-perubahan dan meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati

Selain itu, ia pun mengingatkan beberapa dinas yang berurusan langsung dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan serta Dinas Penndapat dan Retribusi Daerah. Ia pun menjelaskan kembali bahwa peningkatan PAD yang diterima daerah, akan meningkatkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang diterima ASN, dimana tahun 2025 yang lalu, ASN Raja Ampat telah menerima 100%.

Baca Juga:  Dorong Peningkatan PAD, Pemkab Raja Ampat Sosialisasikan Perbup 33 dan 34 / 2025 

Masih tentang TPP, Bupati menegaskan agar TPP tersebut yang telah diterima, seyogyanya digunakan dan dihabiskan didalam Raja Ampat. Menurutnya, baru 40% digunakan di Raja Ampat, dan sisanya sebanyak 60% masih digunakan diluar Raja Ampat. Hal inilah yang membuat aktifitas pasar belum optimal.

Bupati pun menyampaikan bahwa mutasi dan rotas jabatan akan dilakukan pada tahun 2026 ini. Sehingga ia pun mengevaluasi kinerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) agar manajemen talenta yang sedang dilaksanakan olehnya dan Wakil Bupati dapat dikelola dengan baik dan para pejabat senior yang telah memiliki potensi dan keunggulan dan berkinerja tinggi harus dapat dinaikkan jabatan dan pangkatnya.

“Mengakhiri ini, saya berharap untuk kita melangkah bersama-sama untuk dapat melayani masyarakat kita dan bersama-sama membangun negeri kita,” harap Bupati. (SM14)

Pos terkait