Dua Nama sudah Lolos Seleksi Calon Ketum PGGP Papua Barat

Foto bersama Bakal Calon Ketua Umum, sekretaris dan bendahara umum PGGP Papua Barat usai Uji Kelayakan, Sabtu (2/3/2024).

Manokwari – Persatuan Gereja-gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat telah bersiap melaksanakan konferensi untuk memilih pemimpin PGGP yang baru.

Sejumlah nama pun telah lolos seleksi untuk mengikuti pemilihan ketua umum (Ketum), sekretaris umum (Sekum), dan bendahara umum (Bendum).

Bacaan Lainnya

Sekretaris Umum PGGP Papua Barat, Erens Ngabalin, mengatakan telah dilakukan persiapan-persiapan untuk pelaksanaan konferensi yakni membentuk panitia acara dan panitia nominasi yang bertugas membuat aturan untuk penjaringan bakal calon ketua umum PGGP.

“Semua sudah berjalan dan tadi uji kompetensi untuk bakal calon ketua umum, sekretaris umum, dan bendahara umum,” katanya, Sabtu (2/3/2024) di Kantor PGGP Papua Barat, Sowi Gunung.

Menurutnya, dari sejumlah nama yang mendaftar ada dua orang yang lolos seleksi menjadi bakal calon Ketua Umum PGGP Papua Barat yakni Pendeta Soleman Manufandu (GPdi) dan Pendeta Daniel Sukan (GPKAI).

Untuk bakal calon sekretaris umum ada tiga orang yaitu Pendeta Markus Moile (GKI), Pendeta Charles Tethol (GPKAI), dan Pendeta Melanthon Luden (GPI).

Semetara bakal calon bendahara umum ada dua orang yakni Pendeta Erwin Makaleuw (GBI) dan Pendeta Hana Basnah (GSJA).

“Pengusulan bakal calon ini menggunakan prinsip one delegate one vote sementara pada pemilihan menggunakan prinsip one men one vote,” paparnya.

Pada 11 Maret nanti, kata dia, nama-nama yang lolos seleksi akan diserahkan tim nominasi kepada majelis sidang untuk ditetapkan sebagai calon. Selanjutnya mengikuti mekanisme pemilihan.

“Sidang dimulai 11 Maret dengan agenda laporan pertanggungjawaban, seminar, pleno tata tertib, penyerahan palu sidang, kemudian pada hari kedua 12 Maret ada diskusi program, dan pemilihan,” sebutnya.

Baca Juga:  Paskah di Tengah Pandemik Corona, Masyarakat Diajak Berpikir Positif

Yang penting dari konferensi ini, tambahnya, adalah pemekaran PGGP Papua Barat Daya pisah dari PGGP Papua Barat.

“Setelah itu PGGP Papua Barat Daya berdiri sendiri dan mengembangkan wadah organisasi di sana,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PGGP Papua Barat, Pendeta Sherly Parinussa, menuturkan bahwa PGGP Papua Barat sejak terbentuk pihaknya diberi mandat untuk memimpin sejak 2013 sampai tahun 2018 kemudian berlanjut tahun 2018-2023 setelah diberi mandat lagi.

“Jadi kurang lebih 10 tahun kita membangun PGGP, meletakkan dasar dan semua agenda organisasi harus diselesaikan,” katanya.

Konferensi PGGP Papua Barat, menurut Sherly, sebenarnya dilaksanakan tahun lalu. Namun karena PGGP Papua Barat mendapat tugas menjadi tuan rumah konferensi Hari Pekabaran Injil (HPI) yang dihadiri Wakil Presiden di Manokwari, sehingga konsentrasi menjadi terbagi.

“Jadi kami fokus konferensi Hari Pekabaran Injil (HPI) selesai baru melaksanakan persiapan konferensi PGGP,” ungkapnya.

Konferensi PGGP Papua Barat, katanya, akan berlangsung pada 11-12 Maret 2024 dengan beberapa agenda yang sangat penting.
Di antaranya, mendengar laporan kerja pengurus PGGP yang lama, menyusun program kerja untuk pengurus baru, ada juga tim amandemen yang bertanggung jawab sebelum konferensi adalah melihat AD/ART PGGP untuk melihat hal-hal yang perlu ditambahkan.

“Karena itu, di konferensi akan ada pengesahan AD/ART,” sebutnya.

Kemudian ada pemilihan tiga pucuk pimpinan PGGP Papua Barat yaitu Ketum, Sekum, dan Bendum.

“Tiga ini diberikan mandat oleh konferensi karena konferensi adalah pengambilan keputusan tertinggi untuk menghasilkan kepengurusan di badan inti dan tiga ini akan dilengkapi panitia formatur untuk mengisi semua komposisi yang ada di struktur PGGP Papua Barat,” tukasnya. (SM)

Pos terkait