Jumlah Penerima PKH Berkurang Lebih dari Separuh, Dinsos Manokwari akan Pertanyakan ke Kemensos

Penerima PKH
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Muhammad Mansyur.

MANOKWARI, – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Manokwari tahun 2022 menurun drastik. Jika tahun lalu jumlah KPM PKH sebanyak 9.436 keluarga, tahun ini hanya 3.860 keluarga.

“Untuk PKH ini kurangnya cukup signifikan karena dulu kan sekitar 9.436, sekarang yang baru terima kemarin 3.860,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Muhammad Mansyur di kantornya, Selasa (20/09/2022).

Bacaan Lainnya

Mengenai penyebab berkurangnya KPM PKH, Mansyur mengaku belum tahu pasti. Namun kemungkinan karena perubahan penggunaan aplikasi.

“Dulu aplikasi e-PKH itu hampir semua bisa masuk. Artinya yang memang mereka penerima dari yang lalu dari awal saya masuk itu kan ada sekitar 6.000 kemudian bertambah sampai 10.400. Sekarang aplikasi baru itu berkurangnya signifikan, dari 9.436 menjadi 3..860. Saya tanya di anak-anak (staf) bilang karena pergantian aplikasi. Dulu itu kan aplikasi e-PKH, jadi e-PKH bagus aplikasi itu tapi sekarang dengan aplikasi yang baru ini ada perubahan,” ujarnya.

Menurut Mansyur, pihaknya juga sudah mempertanyakan kekurangan itu Kementerian Sosial tapi jawaban yang didapat belum memuaskan.

“Kita tanyakan ke pusat pun jawabannya belum memuaskan,” katanya.

Berkurangnya KPM PKH, kata Mansyur, bukan hanya dialami oleh Kabupaten Manokwari. Kabupaten/kota lain di Papua dan Papua Barat semua mengalami penurunan.

Mengenai adanya protes dari keluarga yang namanya sudah tidak masuk dalam penerima PKH, Mansyur mengakuinya. Namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kalau memang mereka yang komponennya habis, ya kita maklum karena komponen habis. Misalkan dia dulu terima sudah dari tahun 2015 katakanlah kemudian anak-anak sudah lepas sekolah semua, kemudian tidak ada lagi bayi yang lahir otomatis komponen semakin hari semakin habis,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Mansyur, juga menjalin koordinasi dengan Dinas Dukcapil Manokwari untuk memadankan NIK penerima PKH. Selain itu, mengecek nama-nama yang kemungkinan belum masuk dalam penerima PKH.

Tak hanya itu, kata Mansyur, pihaknya akan kembali mempertanyakan langsung ke Kementerian Sosial mengenai berkurangnya penerima PKH di Kabupaten Manokwari.

“Kami mau bertanya ke kementerian apa masalahnya. Kalau memang kita bisa perbaiki dari sini kita perbaiki, kalau kita harus perbaiki di sana ya bagaimana kita bisa perbaiki supaya kalaupun turun jangan terlalu banyak, jangan terlalu signifikanlah supaya penerima tidak kaget,” sebutnya.

Sekali lagi, Mansyur menduga, berkurangnya penerima PKH karena pergantian aplikasi. Sebab nama-nama yang sudah dikeluarkan dari daftar penerima PKH karena sudah tidak layak muncul kembali dalam aplikasi yang baru.

“Ada yang dulu kita usulkan digraduasi muncul lagi. Ini kan yang kita jadi tanya. Kita sudah usulkan bahwa dia sudah tidak layak menerima makanya digraduasi atau dikeluarkan dari daftar penerima, eh malah muncul lagi, sehingga kemungkinan ada kesalahan di sistem atau atau kemungkinan ada hal yang lain kita komunikasikan ke Kemensos terutama di bagian Pusdatin,” pungkasnya.

Pos terkait